Mungkin karena ucapan Saga tadi, “Kamu bisa mengerjakan semua soal itu bahkan dengan mata tertutup” hati Evelyn yang semula gelisah perlahan menjadi tenang.Apa sebenarnya yang perlu dia khawatirkan?Untuk pelajaran teori, Evelyn hanya perlu membaca sekali untuk mengingatnya. Sementara untuk matematika, kemampuannya meningkat pesat berkat bimbingan Saga.Beberapa kali dia mencoba latihan soal di rumah, dan nilainya tidak pernah di bawah 110.Dengan pikiran itu, rasa kantuk mulai datang.Tak lama kemudian, Evelyn pun tertidur.Keesokan paginya…Evelyn bangun dengan penuh semangat.Akhirnya, “balas jasa” yang selama ini dia tanggung sudah lunas.Dia segera duduk, mengangkat selimut pelan-pelan, berniat turun dari tempat tidur.Namun sebelum sempat berdiri, sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan menariknya kembali ke atas bantal.Evelyn menoleh.Dia menatap Saga yang masih berbaring di sampingnya, lalu berkata pelan,“Uh… ini sudah… delapan jam…”Sinar matahari pagi menembus tirai, j
Read more