Samuel terdiam sejenak, lalu tiba-tiba mencengkeram dagunya dengan satu tangan. "Sayang sekali, tapi aku benar-benar nggak tahu bagaimana cara bersikap lembut pada wanita.""Aku akan bekerja sama dalam pernikahan nanti, jadi kembalikan ponselku!" Inara menahan air matanya. Matanya tampak berkaca-kaca, seolah akan hancur hanya dengan sentuhan ringan.Samuel menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Inara bukanlah wanita yang sangat cantik. Dibandingkan dengan wanita-wanita yang pernah bersamanya, Inara masih kurang menarik, tetapi penampilannya juga tidak buruk. Setidaknya, dia enak dipandang. Apalagi, sifatnya yang cerdik dan sedikit nakal yang dimilikinya merupakan sesuatu yang belum pernah dia temui sebelumnya.Setidaknya tidak ada sanjungan, tidak ada perasaan palsu ataupun sikap yang dibuat-buat.Untuk pertama kalinya, dia punya pemikiran tidak masuk akal seperti ini.Jika dia bisa melabuhkan hatinya dan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya dengan Inara, itu juga aka
Leer más