Samuel mengakhiri panggilan telepon dengan ibunya Inara. Dia menoleh ke arah Yasmin dan berkata sambil mengisap rokoknya, "Sudah lama nggak bertemu. Nona Yasmin sudah dewasa."Yasmin terdiam sejenak, lalu menoleh dan berkata, "Kamu ... Samuel Ferdinand?""Ternyata Nona Yasmin masih ingat padaku."Wajah Yasmin berubah serius. "Sulit untuk melupakannya, 'kan? Lagian, kamu sering menindasku dulu."Samuel tersenyum tipis. "Sudah berlalu begitu lama, kamu masih menyimpan dendam?""Siapa suruh aku kesal setiap kali melihatmu?"Alih-alih marah, Samuel tersenyum dan bertanya, "Bagaimana kabar Om dan Tante?"Yasmin menatapnya dan berkata, "Orang tuaku baik-baik saja. Terima kasih atas perhatianmu." Kemudian, dia menoleh ke arah Clara dan berkata, "Ayo pergi."Clara lewat di dekat Samuel sambil melirik ponselnya. Samuel memperhatikannya dan berbalik, berkata, "Nyonya Horman, ajak Pak Jason ke pernikahanku nanti."Samuel mengangkat ponsel itu dan melambaikannya.Clara mengepalkan tinjunya. Ponsel
Read more