Jason sedang dalam perjalanan bisnis ke Huldoria. Sebelum naik pesawat, dia menelepon Clara. Wanita itu sedang duduk di depan tempat tidur bayi. Karena panggilan telepon itu, perhatiannya jadi teralihkan, dan hal itu langsung membuat Luna menangis."Jason, putrimu nangis. Aku harus membujuknya dulu. Setelah kamu mendarat di Huldoria nanti, baru telepon aku lagi."Jason bisa mendengar tangisan keras putrinya bahkan melalui telepon. Dia menghela napas dan mengusap dahinya, lalu bergumam, "Ya."Clara meletakkan ponselnya dan mengayunkan tempat tidur bayi dengan lembut. "Luna, yang patuh ya. Lihat kakakmu, Elara. Kapan dia nangis? Betul nggak, Elara?"Pandangannya tertuju pada Elara, yang sedang menghisap botol susu. Elara sangat kontras dengan Luna, yang mudah menangis. Harus diakui, kepribadian kedua gadis itu memang sangat berbeda. Elara, sang kakak, nyaris tidak pernah menangis sejak lahir. Dia akan mengambil apa pun yang diberikan kepadanya, minum susu dengan patuh, dan suka tidur. Pe
Baca selengkapnya