Caroline buru-buru menggelengkan kepalanya. "Tentu saja, aku cinta karena dirimu, William. Aku sama sekali nggak peduli, kamu berasal dari keluarga mana, aku cinta kamu karena kamu sangat lah keren bagiku. Aku sudah hidup berkecukupan, jadi untuk apa aku mengincar hartamu?""Hmph. Ternyata bukan cuman matre saja, tapi seorang pembual handal."Mata Caroline semakin berkaca-kaca. "William, kamu ngomong apa? Kamu sebegitu bencinya kah padaku? Jadi, kamu nggak percaya dengan perkataanku?""Apa kamu lupa, waktu kita masih kecil, aku sering membantumu? Bahkan waktu aku dengar kamu sakit pun, aku juga sudah berniat untuk menjengukmu, apakah semua yang aku lakukan ini sama sekali nggak ada artinya di matamu?"Pelayan rumah datang dan menyerahkan sebuah kompresan kepada William. William menerimanya dan langsung berjalan menuju sofa. Mereka melewati Caroline begitu saja. Sesampainya di sofa, William menurunkan Eva.Ia berlutut di depan Eva, dan menarik tanga
Terakhir Diperbarui : 2025-12-26 Baca selengkapnya