*** Beberapa minggu kemudian. Langit sore tampak tenang, seolah ingin memberi restu pada hari yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan bagi Elmira. Namun, justru di balik keheningan itu, ada badai kecil yang bergulung di dalam dadanya. Gaun putih gading yang membalut tubuhnya terasa berat, bukan karena kainnya, melainkan karena kenyataan yang harus ia hadapi, hari ini ia akan menikah dengan Liam lelaki yang tidak pernah ia cintai sepenuhnya. Di depan cermin ruang rias, Elmira memaksakan senyum. Mama berdiri tak jauh dari sana, memandangnya dengan mata berkaca-kaca, dipenuhi kebanggaan dan kebahagiaan. “Cantik sekali, Nak,” bisik Mama, membelai punggung tangannya. Elmira mengangguk, meski hatinya serasa diremas. “Terima kasih, Ma.” Tak lama kemudian, panitia memberi isyarat bahwa upacara akan segera dimulai. Elmira menarik napas panjang, merapikan veil di kepala, dan melangk
Last Updated : 2025-12-03 Read more