Bayangan Cinta Sang Mafia

Bayangan Cinta Sang Mafia

last updateHuling Na-update : 2025-12-12
By:  Angel Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
33Mga Kabanata
348views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Kisah seorang Mafia tampan yang tenyata memiliki trauma mendalam dan akhirnya membuat dia tak ingin mencintai wanita manapun, hidupnya hanya dihabiskan untuk pekerjaan dan juga dunia gelapnya. Tapi siapa sangka seorang gadis cantik telah berhasil mencuri hatinya dan membuatnya sangat tergila-gila, namun Fabian memilih untuk menyimpan perasaannya itu selama bertahun-tahun dan tak ingin membuat sang gadis mengetahuinya. Tanpa Elmira sadari Fabian selalu menjaganya dari kejauhan dan menyingkirkan semua orang yang hendak berbuat jahat kepadanya, bahkan ketika Elmira memilih untuk menikah dengan laki-laki pilihannya Fabian tak meninggalkannya dan tetap menjaga cinta sejatinya itu sepenuh hati. Apa yang menyebabkan Fabian trauma? apakah Fabian tetap menjaga janjinya untuk tidak pernah membiarkan Elmira sadar dengan perasaannya? apakah mereka berdua akhirnya bisa bersama?.

view more

Kabanata 1

1. Awal pertemuan

Fabian melepas satu persatu kancing kemeja putih yang dipakainya, terdapat noda berwarna merah di sana yang memberi tanda kalau dia baru saja melakukan sesuatu yang sangat mengerikan.

"Tuan, apa anda tak ingin aku pijat terlebih dulu??" Tanya seorang wanita yang sejak tadi memperhatikannya dari depan pintu kamarnya.

"Keluar dari sini!! Jangan ganggu aku!!" Bentaknya namun dengan suara yang tidak terlalu kencang.

Wanita cantik bertubuh indah itu seolah tak mendengar perintah dari Fabian, dia terus berjalan mendekati laki laki yang sekaligus juga bos nya itu dengan gerakan yang sangat menggoda.

Perlahan wanita bernama Bella itu melepaskan satu persatu penutup keindahannya dan berjalan semakin dekat kepada Fabian yang hanya diam melihat ulah wanita yang juga sekretarisnya itu.

"Aku akan membantu Tuan menyegarkan tubuh Tuan, ayo." Bisiknya di telinga Fabian dengan gaya yang sangat menggoda, Fabian hanya menatap Bella tanpa menjawab sepatah katapun.

"Tuan,ayo kesini." Ajak wanita cantik itu lagi yang melihat Tuannya masih diam di posisinya, dan perlahan Fabian mulai berjalan mengikuti Bella menuju kamar mandi yang berada di dalam ruangan kerjanya itu.

Bella menyalakan shower dan langsung berdiri di bawahnya, air dingin perlahan mulai membasahinya dari kepala hingga ujung kaki, wanita itu menarik tangan Fabian dan mereka berdua kini dalam keadaan basah dengan tubuh saling menempel.

"Tuan sangat tampan!" Bisiknya ditelinga Fabian sambil menggerak gerakan tubuhnya yang menempel erat, tapi tiba tiba Fabian mendorongnya ke tembok dan mencekik lehernya.

"SIAPA YANG MENYURUHMU?? CEPAT KATAKAN!!" Bentak Fabian, Bella tak mengira akan mendapatkan penolakan dari Fabian hingga membuatnya pucat dan gemetar.

"Aku tidak disuruh oleh siapapun Tuan." Jawabnya terbata-bata, dia sangat takut ketika melihat kedua mata Fabian yang mulai merah dan sangat mengerikan saat ini.

Tapi Fabian tak bisa memungkiri kenyataan kalau Bella memang sangat menggoda, namun dia ingin memberi pelajaran berharga kepada wanita itu. Dengan cepat dibaliknya tubuh Bella hingga menghadap tembok dengan shower yang dinyalakan lebih kencang oleh Fabian hingga membuat Bella kesulitan menghirup oksigen.

“Akh…!” Pekiknya ketika sesuatu yang besar datang tanpa permisi ke dalam sumur kecil di bawah sana yang sangat dia rawat dengan baik selama ini

“Tuan, perlahan tolong!” Pintanya, namun Fabian mengabaikan semua ucapannya dan terus menggali lebih dalam kedalam sumur yang sudah mulai terairi dengan sangat luar biasa

Sementara Bella memegang kran shower di depannya dengan sangat kencang dengan tubuh yang semakin kencang terbentur tembok karena dahsyatnya penggalian yang sedang terjadi di sumur yang mampu menerbangkan penggalinya ke langit ke tujuh itu

Fabian tak memberi kesempatan Bella untuk sekedar menarik nafas atau bahkan bahagia, dia terus membuatnya menjerit hingga menangis menyesali perbuatannya yang telah memancing seorang Fabian yang memang terkenal kejam itu.

“Tuan, tolong maafkan saya. Sudahi ini Tuan”. Pintanya yang merasa sangat menderita

“Kau yang memulainya Bella! Kau harus menanggung akibatnya!.” Jawab Fabian dengan nafas yan semakin berkejaran karena merasakan sesuatu yang sudah sangat dekat dan akhirnya lepaslah sesuatu yang selama sebulan ini tak pernah dia biarkan lepas dari dalam dirnya

“Pergi dan mulai saat ini kau aku pecat.!" Ucapnya kepada Bella yang terkulai lemah di lantai dengan guyuran shower yang masih membasahinya, gadis itu tak mampu untuk menjawab karena saat ini rasa sakit itu sedang menguasainya

Fabian berjalan keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaian yang baru diambilnya dari dalam lemarinya, laki-laki itu duduk di kursi kerjanya sambil menghisap sebatang rokok yang ada di jarinya sambil menghubungi seseorang melalui ponselnya.

Tak lama kemudian muncul Gustav sang asisten pribadi yang langsung dia perintahkan untuk membawa Bella keluar dari sana

“Perempuan itu jangan sampai datang lagi ke hadapanku, kau pastikan itu!.” Perintahnya kepada Gustav ketika dia sudah berjalan sambil menggandeng Bella yang terlihat sangat lemah dan berantakan, gadis itu tak berani menatap wajah Fabian yang baru saja mengacak-acaknya dengan gila.

Sementara itu malam harinya di sebuah rumah sederhana terlihat seorang gadis muda dengan mamanya sedang sibuk menata ulang ruangan rumahnya.

“Elmira, sudah malam Nak. Ayo tidur” ucap wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik itu kepada putrinya yang terlihat masih sibuk merapikan ruang makan sederhana mereka.

Gadis itu terlihat masih melanjutkan kegiatannya sambil sesekali melirik kearah sang mama, “Iya Mama duluan aja ya, tanggung nih sedikit lagi selesai Ma” jawabnya sambil kedua tangannya terus asik melipat kain kain kecil yang sudah bertumpuk dan langsung meletakannya di laci meja yang ada di sudut ruang makan itu.

“Sayang, Mama mau bicara boleh Nak?.” Tanya wanita bernama Vivi itu kepada sang putri, sudah 7 tahun lamanya dia membesarkan Elmira seorang diri setelah sang suami meninggal karena kecelakaan mobil

“Ada apa Ma?." Elmira menghentikan pekerjaan yang sedang dia lakukan dan duduk di samping mamanya, dia langsung menyandarkan kepalanya di pundak wanita lembut itu sambil memeluknya.

“Putriku yang manja,” ucapnya sambil tangan lembutnya mengelus lembut kepala sang putri, “Ra, bagaimana kuliahmu? Dan hubunganmu dengan Liam?” tanyanya dengan hati-hati, dia tak ingin membuat sang putri merasa risih dengan pertanyaannya.

“Hmm... Baik-baik saja Ma, semuanya baik. Lagipula aku sama Liam cuma teman biasa saja ko Ma." Jawabnya dengan pandangan menerawang, dia tahu Liam memang laki-laki yang baik tapi dia belum ingin menjalin hubungan serius dengan siapapun.

Vivi menepuk lembut tangan putrinya yang melingkar di depan perutnya, ”Tapi sepertinya dia sangat menyukaimu Ra, apa kamu yakin tak memiliki perasaan apapun kepadanya?.” Tanyanya lagi dengan lembut

“Iya Ma, aku masih mau fokus dulu dengan kuliah dan masa depan Ira dulu Ma. Biar nanti aku bicarakan semuanya dengan Liam ya?”. jawabnya mencoba meyakinkan sang mama

Elmira dan Liam memang sudah berteman sejak di bangku SMA dan berlanjut sampai di kampus yang sama walau mereka memiliki minat yang berbeda, Elmira di Sastra inggris dan Liam di kedokteran.

Kebersamaan mereka layaknya dua sahabat yang tak terpisahkan, tapi beberapa bulan belakangan ini Liam mulai menunjukan sikap berbeda dengan memberikan perhatian lebih kepada Elmira dan mama pun ikut menyadari hal itu

Setelah selesai bicara berdua mereka pun pergi ke kamar masing masing dan beristirahat, karena besok akan menjadi hari yang sangat sibuk untuk mereka berdua. Restoran milik mereka disewa dan akan digunakan untuk pesta pernikahan salah satu pelanggannya.

Keesokan harinya terlihat kesibukan yang sangat luar biasa di Restoran mereka, dengan 6 orang pelayan yang mereka miliki dan membantu semuanya mereka masih terlihat kewalahan

“Permisi, apa saya bisa memesan Pizza dan secangkir kopi?.” Tanya seorang lelaki yang baru saja masuk kepada Elmira yang berdiri di belakang meja kasir

Gadis cantik itu menoleh dan langsung terdiam tak langsung menjawab ketika melihat sosok tampan yang sedang berdiri dihadapannya saat ini, mata coklat bening, hidung mancung dan kulit putih bersih dengan bulu bulu halus tipis yang menghiasi garis rahangnya dengan rapi.

“Hallo nona? Apa saya bisa memesan sekarang?." Tanyanya lagi sambil melambaikan telapak tangannya di depan wajah Emlira, gadis itu langsung tersadar dan tersipu malu hingga wajahnya memerah.

“Oh iya, maafkan saya. Silahkan mau pesan apa? tapi sebenarnya Restoran kami sedang tutup jadi hanya melayani take away saja.” Jawabnya sambil terus menatap wajah tampan di depannya

“Hufftt... Tampan sekali dia, semoga saja dia tak menyadari kebodohanku tadi. Aku malu!” bisiknya sambil jari tangannya mengetuk ngetuk meja di depannya

“Hmm... Baiklah tidak masalah, americano less sugar 1 Large dan cheese pizza small 1." Jawabnya dengan senyuman tipis di wajah tampannya yang membuat Elmira semakin salah tingkah dibuatnya

“Oke, semuanya jadi 185 ribu." Elmira mengetik pesanan tamunya itu tanpa berani lagi menatap wajahnya, dia tak ingin terlihat semakin bodoh di depan pelanggan barunya yang luar biasa tampan itu

Setelah membayar pesanannya laki-laki itu memilih duduk di kursi yang mengarah langsung ke Elmira yang terlihat sangat sibuk menyiapkan pesanannya, entah mengapa gadis itu membuatnya tertarik dengan wajahnya yang sangat cantik walau tanpa polesan make up dan senyumnya yang sangat indah

Dia terus menatap Elmira yang saat itu terlihat sangat cantik, dengan rambut berwarna coklat keemasan sepunggung yang dibiarkan tergerai dengan matanya yang berwarna kecoklatan dan dihiasi bulu mata yang sangat lentik membuatnya terlihat seperti gadis-gadis latin

“Ini Tuan, pesanannya sudah siap” tiba-tiba saja Elmira sudah berdiri di hadapannya mengantarkan pesanan yang sudah jadi ke mejanya.

“Kamu sangat cantik, terima kasih sudah membuatkan pesanan ini dengan tanganmu. Saya permisi.” Ucapnya sambil berjalan meninggalkan Restoran milik Elmira itu.

“Hmm, tampan sekali dia. tapi sayang sedingin es!" bisiknya sambil menatap pintu yang kembali tertutup setelah kepergian lelaki yang hanya memberikan nama “F” di pesanannya tadi.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
33 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status