Namun, Michael yang sepertinya tidak takut apa pun ini, justru takut pada Tristan, apalagi ketakutannya itu berasal dari lubuk hatinya."Kalau nggak bisa mengendalikan mulutmu, diam saja agar nggak menyinggung orang lain," kata Tristan dengan dingin.Michael segera menutup mulutnya, bahkan menunjukkan kepada Tristan betapa rapatnya dia menutup mulutnya. Setelah itu, dia bersiap melarikan diri.Kiana buru-buru menghentikannya. "Kamu masih belum memberitahuku apa yang kamu bicarakan dengan ayahku di telepon."Michael menunjuk ke mulutnya yang tertutup rapat, lalu ke Tristan, dan menggelengkan kepala serta tangannya, mengisyaratkan dia bukan tidak ingin berbicara, tetapi karena Tristan tidak mengizinkannya membuka mulut.Tristan menarik napas dalam-dalam. "Jawab saja apa yang dia tanyakan!"Michael kemudian membuka mulutnya, lalu menarik napas beberapa kali, dan berkata, "Hari itu, Tuan Adrian memang meneleponku dan kami berbicara cukup lama."Berbicara sampai di situ, dia sengaja berhent
Baca selengkapnya