POV: KeishaMakan malam romantis di ujung dermaga itu baru saja berakhir, meninggalkan sisa rasa manis di lidah dan kehangatan yang menjalar ke seluruh pembuluh darahku. Namun, udara malam Maldives yang berembus pelan membawa sesuatu yang lebih dari sekadar aroma laut; ada ketegangan yang akrab, sebuah tarikan gravitasi yang selalu kurasakan setiap kali mata gelap Axel mengunci tatapanku.Saat kami kembali ke dalam vila, suasana berubah menjadi lebih sunyi, namun terasa jauh lebih pekat. Axel tidak melepaskan tanganku. Ia menuntun langkahku masuk ke dalam kamar utama, di mana lampu-lampu telah diredupkan, hanya menyisakan pendar keemasan yang memantul pada dinding kayu.“Axel...” bisikku pelan, namanyanya terasa seperti sebuah pengakuan di bibirku.Ia berbalik, menatapku dengan intensitas yang sanggup membuat lututku lemas. Tangannya yang besar dan hangat naik ke pipiku, jempolnya mengusap bibir bawahku dengan gerakan yang sangat lambat. Di mata itu, aku tidak melihat amarah atau
Terakhir Diperbarui : 2026-01-21 Baca selengkapnya