LOGINSatu malam kacau berujung fatal bagi Keisha Auristela. Ia terbangun di kamar penthouse, di samping pria paling berkuasa yang terkenal kejam: Axel Mardon Montevista. Axel merobek cek bayaran dan menuntut jaminan yang lebih mahal: Pernikahan Kontrak selama tiga tahun. Axel membutuhkan Keisha untuk dua alasan: warisan dan anak dari kesalahan satu malam merek. Keisha kini adalah istri boneka, terjebak di sangkar emas seorang Billionaire yang manipulatif. Namun, Axel mulai menunjukkan obsesi posesif yang gelap, perlahan mengubah kontrak menjadi kepemilikan. Ketika cinta tumbuh di atas kepura-puraan, mampukah Keisha bertahan dari pria yang menjadikannya bidak catur sekaligus candu?
View MorePOV: Axel Mardon MontevistaEnam bulan telah berlalu sejak malam yang hampir merenggut napas dan separuh nyawaku itu. Malam di mana aku menyadari bahwa seluruh kekuasaan dan gunungan hartaku tidak ada artinya jika wanita yang menjadi pusat duniaku tidak lagi bernapas. Namun hari ini, ketakutan itu telah terkubur jauh, digantikan oleh simfoni kehidupan yang luar biasa di Mansion Montevista.Mansion ini tidak lagi memiliki sudut yang sunyi. Jika dulu rumah ini hanyalah bangunan megah yang dingin, kaku, dan hanya berisi aroma kertas dokumen serta parfum maskulin, sekarang setiap lorongnya bergema dengan tawa Alexander, Ellys, tangisan bayi, dan langkah-langkah kecil yang berkejaran. Udara di sini kini selalu berbau bedak bayi dan aroma vanila kesukaan Keisha.Sore ini, matahari terbenam dengan warna emas yang luar biasa indah di cakrawala taman belakang. Aku berdiri di beranda lantai atas, menyesap kopi hitamku sambil memerhatikan pemandangan di bawah. Sebuah pemandangan yang—bagi pri
POV: Axel Mardon MontevistaDuniaku terasa berhenti berputar. Suara denging panjang dari monitor jantung itu adalah suara paling mengerikan yang pernah kudengar seumur hidupku. Garis lurus di layar itu seolah garis akhir dari kebahagiaanku.“Isi ulang! Tiga ratus enam puluh joule! Clear!” seru dokter utama.Tubuh Keisha tersentak lagi akibat kejutan listrik itu. Aku mengepalkan tangan hingga kuku-kukuku menancap di telapak tangan, mengalirkan rasa sakit fisik untuk mengalihkan rasa sakit di dadaku yang terasa seperti diremas hingga hancur.“Ayo, Sayang... jangan menyerah. Kau bukan wanita lemah,” bisikku parau, air mata jatuh tanpa henti membasahi masker medis yang kupakai. “Pukul aku, maki aku karena aku terlalu protektif, tapi tolong... jangan tinggalkan aku.”Satu detik. Dua detik. Tiga detik terasa seperti keabadian yang menyiksa.Lalu, tiba-tiba....Pip... pip... pip...Garis lurus di monitor itu mulai membentuk gelombang kembali. Lemah, namun ada.“Detak jantung kembali
POV: Axel Mardon MontevistaDuniaku yang baru saja terang benderang oleh tangisan bayi, seketika tersedot ke dalam lubang hitam yang pekat. Genggaman tangan Keisha yang tadi begitu kuat, tiba-tiba melemas dan jatuh terkulai. Matanya yang sayu perlahan menutup, bukan karena tidur yang tenang, melainkan karena kesadarannya yang merosot tajam.“Keisha! Buka matamu! Keisha!” teriakku. Aku tidak peduli pada bayi-bayi itu untuk sesaat; fokusku hanya pada wanita yang wajahnya kini memucat seputih kertas.“Tuan Montevista, mundur! Nyonya mengalami pendarahan hebat!” seru dokter utama. Suasana yang tadi penuh haru berubah menjadi medan perang dalam hitungan detik.Aku didorong menjauh oleh para perawat. Di lantai, aku melihat cairan merah pekat mulai mengalir deras. Darah itu milik Keisha. Darah itu adalah nyawanya yang sedang tumpah keluar.“Lakukan sesuatu! Selamatkan dia! Jika terjadi sesuatu padanya, aku akan meratakan tempat ini!” ancamku kalap. Aku berdiri di sudut ruangan, memegang
Aku kembali ke ruang kerja, tapi pintu sengaja kubiarkan terbuka lebar—selebar telingaku yang kini menajam seperti radar. Meskipun mataku menatap dokumen akuisisi, pikiranku berada di ruang tengah bersama Keisha. Aku tidak tenang. Wajah pucatnya dan caranya menopang pinggang tadi adalah alarm bahaya bagiku.“Rina,” panggilku padanya melalui interkom.“Ya, Tuan?”“Pastikan tim medis tidak ada yang meninggalkan posnya di sayap kanan. Dan suruh Suster Ellys melaporkan frekuensi ‘keluhan’ Nyonya setiap sepuluh menit padaku secara diam-diam. Aku tidak ingin Keisha merasa tertekan, tapi aku ingin data akurat.”“Dimengerti, Tuan.”Sekitar satu jam berlalu. Aku mencoba fokus pada rapat Zoom dengan tim legal dari firma hukum baru yang kuambil alih. Ketika tiba-tiba, terdengar Rina kembali menghubungiku—yang mana ketika kuangkat, aku mendengar rintihan tertahan dari dalam—yang membuat jantungku seolah ditarik keluar dari rongganya.Aku tidak menunggu sedetik pun. Aku melepaskan headset be
Pagi itu, aku menjalankan misi. Aku harus menemukan kelemahan Axel. Setelah Axel pergi untuk urusan bisnis, aku menyelinap ke perpustakaan pribadinya. Aku tahu aku melanggar batas, tetapi rasa ingin tahuku jauh lebih kuat dari rasa takut. Aku mencari petunjuk personal, bukan dokumen bisnis. Akhirn
Udara di klinik Dr. Sam berbau steril dan mahal, jauh berbeda dari aroma antiseptik rumah sakit biasa. Ini bukan klinik, melainkan sebuah suite kesehatan pribadi yang mewah, didominasi warna putih pucat dan instrumen krom.Aku duduk di sofa kulit, sementara Axel berdiri tegak di sampingku, tanganny
Sisa-sisa kemarahan karena kehilangan toko kue, justru memberiku kekuatan. Jika Axel menginginkan boneka yang sempurna, maka dia akan mendapatkannya. Tapi aku tidak akan pernah melupakan siapa diriku, dan aku akan menggunakan fasilitas yang dia berikan untuk menuntut balasan.Aku menghabiskan pagi
Bau whiskey dan cologne Axel semakin kuat, mencekik seperti belenggu tak terlihat. Aku menarik napas, mencoba menahan emosi yang bergejolak antara amarah, ketakutan, dan sisa-sisa gairah bodoh dari malam itu. Aku paham, setelah kontrak ditandatangani, tubuhku kini resmi menjadi aset Montevista, pro


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews