POV Keisha “Menurutmu?” tanyanya balik, suaranya datar, tanpa emosi. Aku mengerutkan kening, mencoba mencari-cari di dalam ingatanku. “Menurutku? Axel, aku tidak pandai melihat isi hati orang. Memangnya aku peramal? Kalau ada sesuatu yang mengganggumu, katakan.” Ia meletakkan tabletnya di meja nakas, lalu berbalik sedikit untuk menatapku. Matanya yang biasanya memuja, kini menatapku dengan tatapan kosong yang membuat bulu kudukku berdiri. “Kalau kau tidak merasa melakukan kesalahan, ya sudah.” “Tapi mana mungkin kau marah tanpa sebab, kan?” suaraku mulai sedikit meninggi karena rasa frustrasi. “Sikapmu berubah total sejak kau keluar dari ruang kerja tadi.” Tolong jangan lampiaskan kemarahanmu tentang pekerjaan, padaku, Axel. Aku sedang sangat menjaga mood ku yang akhir-akhir ini sedang kurang baik dan gampang stres. Bahkan karena hal-hal kecil, batinku menyeru. “Aku tidak marah, Keisha,” potongnya cepat. Ia menjeda sejenak, menatap mataku dalam-dalam hingga aku ingin
Terakhir Diperbarui : 2026-01-23 Baca selengkapnya