Waktu terus berjalan.Satu jam berlalu, dua jam, tiga jam, hingga waktu menunjukkan malam. Tak ada suara di balik pintu.Tak ada ketukan pelayan yang biasanya mengantarkan makanan, atau sekadar menyampaikan pesan dari Durand untuknya. Kamar itu diselimuti kesunyian, seakan dunia mengasingkannya. Sora duduk di kursi pinggir jendela. Tak ada yang bisa ia lakukan. Durand benar-benar memutus semua aksesnya menuju dunia luar, bahkan rencana melarikan diri saja terasa mustahil. Sora menatap langit gelap. Perutnya kembali bergemuruh. Rasa lapar menambah sakit hatinya.Namun, yang paling menyakitkan bukanlah rasa lapar. Melainkan keasingan. Ini adalah cara Durand menunjukkan kekuasaannya padanya. Di balik dinding yang tebal itu, dunia tetap bergerak. Tanpa dirinya.Di ruang lain, jauh dari kamarnya, Durand duduk santai di sofa empuk di ruang kerjanya. Satu kakinya disilangkan, tangannya memegang rokok, dan asap tipis menari di udara. Ruangan itu tampak sibuk, berbanding terbalik dengan pin
Última atualização : 2025-12-23 Ler mais