Sadar jika Bride terlalu lemas untuk bergerak, Wiston merangkak naik menyejajarkan wajahnya dengan wajah istrinya, menatap pipi wanita itu yang bersemu merah. “Orang mabuk sungguh membuatku gila,” gumam Bride sambil menatap mata Wiston. “Aku masih sangat sadar untuk bercinta denganmu dan kegilaanku bukan karena minuman, tapi karenamu,” balas Wiston. Pria itu kemudian melumat bibir istrinya dengan intens, lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher Bride. Untuk membangkitkan gairah istrinya, dia menjelajahi dada wanita itu dan mengecap kedua bukit indahnya secara bergantian. “Wiston, please,” desah Bride yang tak mampu lagi menahan diri untuk dipuaskan. Tangan Bride kini sudah bisa menyentuh tubuh Wiston, dia mengusap punggung liat Wiston dan menelusurinya sampai bawah. Rasa penasarannya membawa tangannya untuk menelusup di antara kedua tubuh yang saling berhimpit. Bride menemukan aset Wiston yang
Ler mais