LOGINWaktu kecil, Amber diculik dan disekap hingga mengalami trauma. Dia mengalami pobia di ruang gelap dan sempit, suaranya tak lagi terdengar dan dia menjadi bisu. Saat dewasa, dia tumbuh dalam penghinaan dan selalu direndahkan. Untuk menutupi aib keluarga karena kekurangannya, dia dipaksa menikah dengan seorang pria bernama Christhoper. Amber terkejut ketika tahu jika pria itu ternyata adalah cinta pertamanya, anak laki-laki yang pernah diculik bersamanya dan berjanji akan melindunginya, tapi Christhoper tidak mengenalinya. Setelah menikah, bukan kebahagiaan yang dia rasakan tapi siksaan dan pelecehan dari suaminya. Christhoper yang sudah memiliki kekasih, terpaksa menerima pernikahan tersebut karena desakan orang tuanya yang berhutang budi pada keluarga Amber. Dia melimpahkan kekesalan pada Amber dengan menyiksa wanita itu. Rasa benci Christhoper pada istrinya semakin besar karena fitnah yang terus menerus kekasihnya lakukan pada Amber. Hingga di satu titik, Amber memiliki kesempatan untuk kabur hingga Christhoper menjadi gila setelah sadar akan semua kesalahannya.
View MoreChristhoper menjadi suami Amber dengan anak-anak mereka Marcelo dan Jenifer, menjadi pasangan paling kaya dan dominan di antara semua keluarga yang ada di sana. Kekayaan Christhoper yang bersatu dengan kekayaan Amber Hilton membuat siapapun tercengang. Namun tidak semua orang tahu kisah menyedihkan mereka di balik kebahagiaan yang mereka kecap sekarang. Keduanya pernah gila karena harus terpisah dan menjalani perceraian, beruntung karena cinta yang begitu besar, mereka dipersatukan kembali. Sedangkan Aaron dan Catelyn menjadi pasangan yang paling ramah dan bisa bergaul bersama siapa saja. Anak mereka bernama Hailey dan Joe menjadi sumber kebahagiaan di keluarga. Aaron adalah pria baik dan sederhana yang sampai detik ini masih menjadi kesayangan Gloria. Meski Gloria sudah menerima kenyataan jika Aaron tidak bisa menjadi menantunya, tapi perhatian Gloria pada Aaron terlihat lebih besar dibanding dengan pria mana pun yang ada
Bride berusaha merenggangkan tubuhnya tapi tertahan karena tubuh suaminya yang memeluknya posesif. Dia berusaha menyingkirkan tangan Wiston dari pinggangnya, tapi Wiston berhasil mendekapnya lagi. “Wiston, lepaskan aku! Aku butuh ruang untuk bernafas,” gerutu Bride. “Mau ke mana pagi-pagi begini sudah bangun? Aku butuh kehangatanmu untuk membuat tidurku lelap,” gumam Wiston masih dengan mata terpejam. “Apanya yang pagi? Ini sudah siang, lihatlah matahari sudah tinggi,” sanggah Bride. “Bagiku ini masih pagi, tidurlah kembali dan jangan menjauh dariku!” pinta Wiston. Namun Bride tetap menggeliat berusaha melepaskan diri dari suaminya tersebut. Di tengah pemberontakannya, tiba-tiba … “Singkirkan tanganmu dari tubuhku! Perutku sangat mual, aku ingin muntah,” seru Bride sambil menutup mulutnya. Mendengar hal tersebut, Wiston langsung membuka mata dan
“Apakah kamu baik-baik saja? Apakah aku menyakitimu,” cecar Bride tampak khawatir dengan keadaan suaminya. “Jangan pukul aku kuat-kuat! Pukulanmu tepat mengenai lukaku,” jawab Wiston. “Maafkan aku,” ucap Bride lagi. “Jangan meminta maaf karena kamu tidak salah apapun. Lakukan saja dengan lembut,” pinta Wiston yang kemudian mendekatkan kepalanya dan melumat kembali bibir istrinya. Dengan perlahan dan lembut, Bride menyambut Wiston. Lidahnya menyapu luka robek di bibir suaminya, membuat pria itu mengerang antara rasa sakit dan nikmat yang bercampur menjadi satu. “Kamu benar-benar sudah menjadi canduku,” ungkap Wiston. “Aku tahu apa yang membuatmu tidak sakit,” ucap Bride yang tiba-tiba menjauhkan bibirnya dari bibir Wiston, hingga membuat pria itu mengerang kesal. Namun kekesalannya tidak berlangsung lama ketika istrinya turun dari pangkuannya dan berlutut di antara
Setelah menunggu beberapa saat dan tidak ada suara dari Bride, Catelyn kembali bersuara. “Jika kamu tidak menjawab, aku akan masuk sekarang.” Tetap saja ancaman itu tidak membuat Bride bergeming. Catelyn akhirnya memutar pegangan pintu kamar yang ternyata tidak terkunci. Dia membukanya dan melihat Bride sedang menangis di ujung ranjang. Catelyn berjalan mendekati adiknya dan duduk di sebelahnya. “Kenapa kamu menangis? Semuanya sudah beres, aku dan Aaron tidak menyimpan kemarahan lagi pada Wiston. Kami semua sudah merestui pernikahanmu dengan Wiston. Aunty Gloria juga sudah akur dengan suamimu. Apakah kamu tidak akan keluar dari kamar?” “Apakah kalian sedang mempermainkanku?” tanya Bride di sela isak tangisnya. “Apa maksudmu mempermainkanmu? Kami semua tidak pernah memikirkan hal tersebut apalagi melakukannya padamu,” sanggah Catelyn. “Kenapa kalian diam saja ketika Aaron memukuli Wiston sampai separah itu? Ba






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews