"Jadi?" tanya Lin Tian. "Jadi, aku khawatir kau tidak akan bisa keluar." Sambil berbicara, pria itu terus melangkah maju, mendekati Lin Tian dengan aura pembunuh yang mengerikan. "Sepertinya kau hanya murid luar. Jika memang begitu, pergilah." Lin Tian berkata dengan acuh tak acuh, lalu menutup matanya lagi, seolah meremehkan murid luar. Pria itu berhenti, ekspresi terkejut terpancar di wajahnya. Kemudian, seringai jahat muncul di bibirnya. Sungguh menarik. Pada perburuan pertamanya, ia bertemu dengan orang yang begitu menarik. Ia bahkan lebih sombong daripada murid inti yang telah lama berada di Sekte Suci Abadi Timur. Nada bicaranya sangat arogan. Yang lebih lucu lagi adalah orang ini sama sekali tidak memperhatikan, bahkan menutup mata, seolah itu hal yang wajar, seolah semuanya memang seharusnya seperti ini, dan seolah dia memang seharusnya sombong. "Berdengung." Dalam sekejap, dia diselimuti api keemasan, dan api misterius mengalir di sekitar telapak tangan, menyebabka
Baca selengkapnya