Menurut Lin Zhong, sekeras apa pun upaya Lin Tian, semuanya akan sia-sia dan ia hanya mencari masalah. Lonceng Surgawi memancarkan cahaya tanpa henti. Satu demi satu, lonceng kuno turun, masing-masing berisi kekuatan dari masa lalu, pemandangan yang membuat seseorang dipenuhi keputusasaan. “Mengaum.” Si bocah nakal mengeluarkan geraman rendah. “Jangan bergerak,” Lin Tian mengirimkan suaranya kepada bocah nakal itu. Kekuatan bocah nakal itu masih belum sebanding dengan para dewa, dan usahanya akan sia-sia. Begitu selesai berbicara, tubuhnya kembali melayang ke langit, seolah berubah menjadi cahaya, sulit ditangkap. Lonceng-lonceng kuno yang tergantung di bawahnya menekan dan menutup seluruh dunia, langsung menuju tempatnya berada. Namun, tepat ketika lonceng-lonceng kuno itu hendak menekan Lin Tian, tubuhnya tiba-tiba menghilang, seolah ruang itu sendiri terlipat dan terdistorsi. Sosok Lin Tian muncul kembali di depan lonceng-lonceng itu, masih melepaskan serangan pedangnya.
続きを読む