“Lei’er, kau tampak semakin cantik,” kata Lin Tian sambil tersenyum menatap Luo Shen Lei. “Tidak juga. Kakak, ayo kita naik gunung.” Luo Shen Lei menarik lengan Lin Tian dan melangkah masuk ke gerbang gunung, meninggalkan yang lain masih kebingungan. Kakak? Nona Lei, sejak kapan kau punya kakak laki-laki? Di Klan Luo Shen, meskipun ia memiliki banyak sepupu, mereka tidak pernah saling memanggil dengan penuh kasih sayang seperti itu. Tak lama kemudian, mereka teringat sebuah desas-desus dari seratus tahun lalu, dan hati mereka bergetar. Mereka saling memandang, pikiran mereka dipenuhi gejolak. Itu dia. Ia datang. “Ayo pergi.” Mereka bergerak cepat, bukan menuruni gunung, melainkan kembali melalui jalan yang sama. Mereka tahu bahwa sesuatu yang besar akan terjadi pada Klan Luo Shen, dan keadaan tidak akan damai. Hubungan antara Lin Yuanfeng dan Nona Muda Kedua dari Klan Luo Shen kala itu menimbulkan kehebohan besar, memengaruhi seluruh Klan Luo Shen dan menyebabkan kerugia
อ่านเพิ่มเติม