Raut wajah Sumi langsung memuram, dia tampak sangat sedih dengan bibir memanyun, “Kalau begitu, seminggu saja, boleh?”“Nggak bisa!”Freddy tetap menolak dengan tegas, sama sekali tidak ada rasa kasihan pada sang primadona.“Tiga hari?”Sumi menatap Freddy dengan mata berkaca-kaca penuh harap, dia memohon, “Setelah ini aku punya banyak jadwal, aku nggak bisa terus berada di sisimu, tapi ada banyak sekali hal yang ingin kuceritakan padamu ….”“Baiklah, tiga hari saja.”Akhirnya Freddy setuju karena merasa tidak tega terus menolak gadis polos ini.“Terima kasih, Kak Freddy!”Sumi tersenyum dengan sangat bahagia.Senyuman tulus seperti itu belum pernah terlihat di wajah Sumi sebelumnya. Itu adalah senyuman yang benar-benar berasal dari lubuk hatinya yang terdalam!Setelah mendapatkan janji dari Freddy, Sumi dengan riang menghampiri Vian dan berkata, “Kak Vian, ayo kita tanda tangan kontraknya ….”Vian agak terkejut.Setelah kontrak ditandatangani, Sumi sama sekali tidak berusaha menutupi
อ่านเพิ่มเติม