Dinding pertahanan perlahan-lahan terkoyak dan membiarkan monster ganas itu semakin dalam memasuki goa tersembunyi. Tak butuh waktu lama, rudal balistik itu benar-benar berhasil menerobos sampai ke dinding rahim.“Argh…, urgh…, sakit sialan! Urgh, ke, keluarkan monster ganas itu!” teriak Bu Risma menjerit-jerit penuh kebencian yang mendalam.Sayangnya, Pak Diwar hanya membalasnya dengan senyuman saja. “Hehe, bagaimana rasanya? Nikmat sekali kan, Bu Risma? Karena saya sudah tidak dapat mencium bibir Anda lagi yang sedang marah itu, maka izinkanlah saya melumat habis puncak gunung kembar miliknya Anda ini! Kita nikmati hari yang indah ini bersama-sama!” balas Pak Diwar tak tahu malu.“Sialan, argh…!” jerit Bu Risma ingin memaki, tapi tidak berarti apa-apa.Rudal balistik miliknya Pak Diwar mulai bergerak-gerak seirama dengan gerakan pinggulnya Pak Diwar. Tak hanya sampai di situ, Pak Diwar juga semakin ganas ketika melumat puncak kembar miliknya Bu Risma. Sesekali, dia tidak hanya menji
最終更新日 : 2026-02-20 続きを読む