Setelah mendengar pengakuan jujur itu, sepasang mata Sebastian perlahan melunak. Tatapan sedingin es itu, perlahan mencair berubah menjadi hangat. Pria itu menatap lekat ke dalam manik mata Moira, mencari sisa keraguan yang mungkin masih tersembunyi. Namun, ia hanya menemukan kepasrahan yang tulus."Ulangi kata-katamu, Moira," perintah Sebastian, suaranya terdengar rendah. Napasnya yang hangat menyapu permukaan kulit wajah Moira.Moira menarik napas dalam-dalam, mengabaikan segala logika dan ketakutan yang tersisa di kepalanya. "Aku milikmu seutuhnya, Sebastian."Tanpa membuang waktu, Sebastian menarik tubuh Moira lebih dekat, mempersempit jarak di antara mereka. Ia langsung mengunci bibir wanita itu dalam sebuah ciuman yang dalam dan menuntut. Moira memejamkan matanya rapat-rapat. Ia melingkarkan kedua tangannya ke leher pria itu, lalu membalas setiap pagutan hangat Sebastian tanpa ada lagi penolakan. Di dalam mobil yang terus melaju membelah jalanan Ibu Kota, pertahanan Moira telah
Magbasa pa