Mag-log inMoira merasa tertipu, setelah dijanjikan pekerjaan oleh ayah tirinya. Alih-alih mendapatkan pekerjaan. Ia malah dijual ke rumah bordil, dan dijadikan wanita penghibur di salah satu klub ternama di Ibukota. Moira yang melarikan diri dari kamar hotel, bertemu dengan Sebastian di dalam lift yang berada dalam pengaruh obat. “Tidur denganku, dan puaskan aku,” ucapnya, seraya melumat telinga Moira. Ia juga menjanjikan bayaran yang cukup fantastis. Moira yang membutuhkan banyak uang, untuk melunasi hutang keluarga dan pengobatan adiknya yang sakit. Terpaksa menerima tawaran itu. Setelah melewati malam panas, Sebastian tidak ingin melepaskan Moira dan kecanduan. Setelah malam panas itu, Moira selalu dihadapkan dalam situasi rumit yang mempertemukan mereka kembali. Hingga Moira terkungkung dalam hasrat Sebastian. Akankah Sebastian tulus pada Moira, atau hanya sebatas teman ranjang yang hangat? IG:Caramelly_lp
view moreHari itu, tubuh Moira terasa lemas.Ia berjalan pelan, seperti kehilangan separuh tenaganya. Pikirannya terus berputar, mencari jalan keluar yang tidak ada. Dua miliar. Tiga hari. Ia tidak tahu harus mencari uang sebanyak itu dari mana.Kenapa masalah datang tanpa henti? Sejak kapan Ares membuntutinya? Bagaimana pria itu tahu ia tinggal di hotel ini? Bagaimana Ares tahu tentang Sebastian? Moira merasa diawasi. Tubuhnya bergidik membayangkan Ares menguntitnya dari kejauhan, menunggu waktu yang tepat untuk muncul.Moira resah. Namun, ia harus menyembunyikan kegelisahan itu. Moira turun dari taksi yang mengantarnya ke rumah sakit. Kakinya terasa berat saat melangkah menyusuri lorong rumah sakit. Ia menarik napas panjang, berusaha mengatur ekspresi wajahnya.Saat tiba di depan pintu kamar rawat Alena, ia berhenti sejenak. Menutup mata, menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Lalu ia menarik pintu. Ekspresi di wajahnya sudah berubah. Seolah tidak ada beban pikiran.Di dalam kam
Siang itu, Moira berdiri di depan cermin kamar mandi. Jemarinya bergerak perlahan, mengoleskan concealer di lehernya. Menutupi tanda merah yang tersebar di sana. Lalu beralih ke dada, menutupi jejak yang sama. Moira menahan napas. Sebastian sangat ganas tadi malam. Jangan sampai ia melewatkannya dan akhirnya dilihat ibunya.“Sebastian, kamu sangat merepotkan.”Bayangan malam itu masih menguasai pikirannya. Sentuhan Sebastian, ciuman Sebastian, cara Sebastian memandangnya dengan mata penuh hasrat. Cara tubuhnya merespons setiap gerakan pria itu tanpa bisa ia tahan. Wajah Moira memerah.Ia harus mengakuinya. Ia menyukai setiap kali bercinta dengan Sebastian. Menyukai cara pria itu menyentuhnya, cara Sebastian membuatnya melupakan segalanya. Moira menggelengkan kepala pelan, berusaha mengusir pikiran itu. Ia harus pergi menjenguk ibu dan Alena. Tidak bisa terus-terusan memikirkan hal seperti ini.Setelah selesai bersolek, Moira mengenakan pakaiannya dari brand ternama. Ia meraih tas mewa
Moira menatap Sebastian dengan tatapan teduh."Sayangnya," katanya pelan. "Aku tidak memiliki hasrat untuk melayanimu malam ini."Sebastian terdiam. Tangannya yang berada di pinggang Moira tidak bergerak.Moira melanjutkan ucapannya dengan tenang. "Potong saja dari hasil melayanimu nanti. Anggap aku tidak hadir malam ini."Wajah Sebastian berubah dingin. Lebih dingin dari es yang membeku di tengah musim salju.Moira merasakan perubahan itu. Udara di sekitar mereka berubah berat, mencekik. Tangan Sebastian yang tadinya hanya memegang kini menekan ke meja di samping tubuh Moira. Suara benturan pelan terdengar saat telapak tangannya mendarat dengan keras."Seperti inikah caramu menganggapku, Moira?"Moira membeku. Matanya menatap mata Sebastian yang kini menggelap, tidak ada lagi kehangatan di wajahnya. Sebastian meraih rahangnya, jemarinya kuat namun tidak menyakiti. Ia membuat Moira menengadah, memaksanya menatap matanya."Aku tidak tahu cara menyenangkanmu lagi," katanya, suaranya ter
Wajah Sebastian menggelap. Rahangnya mengeras, kesabarannya berada di ujung tanduk. Ia melangkah maju, mendekatkan wajahnya ke telinga Viella. Suaranya terdengar rendah, hampir tidak terdengar."Enyah!"Namun, Viella bergeming dan perlahan mengukir senyuman. Tangannya bergerak perlahan, jemarinya meraih kerah jas Sebastian dengan pelan."Aku tidak akan pergi sebelum kamu pulang bersamaku." Suara Viella terdengar lembut. "Jangan lupa, Sebastian. Aku tetap tunanganmu."Viella melirik sekilas ke arah Moira, lalu kembali menatap Sebastian."Aku bisa mengizinkanmu menikahi dia. Selama kamu membuat kesepakatan denganku. Aku janji, akan membantumu menutupi hubunganmu dengan Moira."Moira menatap keduanya dari tempatnya berdiri. Dadanya sesak, ia berusaha bersikap setenang mungkin dan berbicara. "Terima kasih," katanya datar. "Tidak perlu."Viella menoleh ke arahnya. Senyumnya tidak berubah. Moira berbalik, kakinya melangkah menuju pintu. "Aku tunggu di luar.""Tidak perlu,” kata Sebastian sa
Tidak mungkin untuk Moira mengatakan yang sebenarnya. Kalau dia dan Sebastian pernah melewati malam panas.“Hanya kebetulan pernah bertemu. Lalu dia membantuku,” jawab Moira menatap Chris.Namun, sepertinya Chris kurang puas dengan jawaban Moira, namun dia juga merasa lega karena keduanya tidak me
Seketika tubuh Moira lemas, uang ini hanya cukup untuk membayar hutang keluarganya dan juga berobat awal adiknya. Jika ayah tirinya tahu ia memiliki uang sebanyak ini, pria itu pasti akan merampasnya.“Bagaimana caranya, agar aku bisa mendapatkan uang lebih banyak, untuk pengobatan Alena?” Moira mem
Mata Moira melebar, dan cemas. Degup jantungnya seperti genderang yang akan perang. Tiba-tiba di mendapatkan tawaran yang menggiurkan di saat dia memang sangat butuh uang yang banyak.“Akan kuberi uang sebanyak 200 juta. Puaskan aku, sekarang ... aku tidak bisa menahannya lagi!” bisiknya, yang kini
“Lepaskan aku!” berontak seorang perempuan bernama Moira, yang saat ini menolak pakaiannya dilucuti satu persatu dengan kasar, oleh seorang pria asing yang sama sekali tidak dikenalinya.Lelaki bernama Julian, yang kini, sedang berusaha melancarkan aksinya di sebuah sofa di kamar hotel. Namun, Moi
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.