Lilith meremas lengan yang melingkar pada tubuhnya. Kulit leher yang berkeringat bergesekan dengan gerakan lembut, membawa Lilith terhanyut dalam aroma wine yang terasa memabukkan. Itu bukan nafsu, atau bentuk dominasi, wine milik Czar terasa lebih murni, menjanjikan ketenangan pada lilynya yang terbakar.Lilith yang tidak pernah bergantung kepada orang lain, seperti menemukan pegangan baru dalam hidupnya, ketika ia memiliki sesuatu atau seseorang, bahwa ia tidak sendirian walaupun egonya memaksa untuk mendorong Czar menjauh.“Ka-kau, apa yang kau lakukan?” Suaranya lirih, sentuhan antara kulit di lehernya terasa panas.“Feromonmu tidak stabil. Aku mencoba untuk menenangkannya.” Czar menahan tangan Lilith di dadanya. Meremas tangan wanita itu. “Apa yang kau takutkan? Aku hanya membantumu, tidak perlu menolak dengan keras.” Sang wanita melihat mata abu-abu Czar dari sudut matanya. Apa yang ia takutkan? Ia tidak pernah dikendalikan, selama ini dirinya yang memegang kendali. Pemikiran se
最終更新日 : 2025-12-30 続きを読む