“Nona, pergilah, pergi... Aku tidak akan mempekerjakanmu di kedaiku.”Pria pemilik kedai makan itu melambaikan kipas lipatnya, mengusir Li Yuan yang baru saja menanyakan pekerjaan di sana.Ditolak, tatapannya tertahan beberapa saat pada sang pemilik kedai, berharap ia akan berubah pikiran. Namun pria berkumis jarang itu mengalihkan pandangannya dengan tidak senang.Tidak menyerah, ia berkata lagi, “Aku bisa melakukan pekerjaan yang sama seperti yang dilakukan mereka,” ujarnya menunjuk para pelayan kedai yang membawa nampan dan membersihkan meja.Pria paruh baya itu menghela napas. Enggan meladeninya lebih jauh, ia memukul-mukul pelan kipas lipat pada telapaknya, bersikeras, “Nona silahkan cari pekerjaan lain. Pokoknya, saya tidak bisa menerimamu.”Setelah berkata begitu, sang pemilik kedai berbalik dan masuk kembali ke dalam meninggalkan wanita itu di bawah matahari siang yang terik.Berdiri di balik meja panjang, ia mendongak ke
Mehr lesen