Keintiman dengan Adrian terasa seperti memasuki ruang arbitrase baru—penuh ketegangan, menuntut, dan tanpa ampun. Tubuhnya adalah peta kekuasaan dan hasrat, sebuah medan yang ia jelajahi tanpa batas. Kanya tidak hanya menyerahkan diri; dia secara aktif menantang, mencari celah, dan menuntut pengakuan yang tidak bisa ia dapatkan di kantor.Di tengah gairah yang membakar, tangan Kanya yang selama ini hanya terbiasa membalik halaman dokumen hukum, kini bergerak menjelajahi punggung Adrian, mencari pegangan, mencari kebenaran. Matanya yang tajam, terbiasa membedah setiap klausul, kini terpaku pada bekas luka kecil dan pucat di tulang selangka Adrian. Bekas luka itu terlihat lama, bukan karena kecelakaan baru, melainkan sisa dari sesuatu yang keras dan sudah lama berlalu.Kanya menarik diri sejenak, napasnya terengah. "Bekas luka itu," bisiknya, suaranya tercekat. "Apa itu?"Adrian membeku. Ekspresi di matanya, yang sebelumnya dipenuhi hasrat, tiba-tiba tert
Zuletzt aktualisiert : 2025-12-02 Mehr lesen