Malam hari, di Ruang Kerja Penthouse Adrian. Adrian telah mengirimkan berkas R.V.—bukan secara digital, tetapi dalam sebuah koper kulit hitam yang terkunci. Itu adalah isyarat yang jelas: dokumen ini tidak boleh memiliki jejak digital. Kanya duduk di kursi kerja Adrian, sementara Adrian berada di seberangnya, di sofa, membaca buku, sengaja memberikan ruang tetapi tetap mengawasi. Kanya mencolokkan flash drive terenkripsi yang ada di dalam koper ke laptopnya. Berkas-berkas itu terbuka, menampilkan puluhan halaman dokumen legal offshore yang semuanya merujuk pada Norte Capital di Panama dan Rizky Virdian. Kanya mulai membaca dengan teliti. Dia mencari celah, bukan untuk menghukum Adrian, melainkan untuk menutup lubang yang ditinggalkan Adrian. "Kau tidak akan menemukan apa pun yang ilegal di sana, Kanya," ujar Adrian tiba-tiba, tanpa mengalihkan pandangannya dari buku. "Aku memaksakan akuisisi, ya.
Huling Na-update : 2025-12-09 Magbasa pa