Malam turun perlahan di Bandung, membawa hawa dingin yang menyelinap lewat sela-sela pepohonan di halaman samping rumah. Lampu teras menyala temaram, cukup untuk menerangi kursi rotan dan meja kecil tempat Rex berdiri sambil menatap layar ponselnya yang bergetar pelan.Di dalam rumah, Nathan sudah tidur pulas. Napas kecilnya teratur, ritmenya tenang—seperti janji bahwa malam ini tak akan ada gangguan.Di ruang makan, Anita duduk dengan punggung lurus, laptop terbuka, kertas-kertas bahan ajar tersusun rapi. Sesekali ia mengetik, sesekali berhenti untuk membaca ulang, wajahnya fokus, alisnya sedikit mengerut—dunia dosen yang ia cintai.Getaran ponsel kembali terasa.Vano calling…Rex melirik sekilas ke arah pintu kaca. Anita masih tenggelam dalam pekerjaannya. Ia mengangkat telepon, melangkah satu langkah ke sisi teras agar suaranya tidak mengganggu.“Halo.”Di seberang sana, suara riuh café terdengar samar—gelas beradu, tawa kecil, musik lembut. Bukan Rex yang datang ke sana; ma
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya