Pagi itu, langit Jakarta masih diselimuti awan kelabu yang pekat. Sisa-sisa hujan semalam meninggalkan genangan air di pelataran rumah sakit, memantulkan pemandangan suram yang sejalan dengan hati Chloe. Lorong menuju kamar jenazah di lantai dasar gedung itu terasa begitu panjang dan membekukan. Suara ketukan sepatu Jordan, Chloe, dan Jerry menggema beradu dengan keheningan yang mencekam. Udara di sana beraroma karbol dan bahan kimia yang menusuk hidung, membuat dada Chloe semakin terasa sesak. Langkah mereka terhenti di depan pintu ganda berbahan stainless steel. "Kiko, jaga Xavier di ruang tunggu. Balita tidak diizinkan masuk ke ruang jenazah," perintah Jordan tegas seraya menyerahkan putranya yang sejak tadi berada di gendongannya. "Siap, Bosman," jawab Kiko, menerima Xavier dengan hati-hati. Xavier yang kebingungan menatap ibunya. "Mommy yau emana? (Mommy mau ke mana?)" Chloe memaksakan sebuah senyum tipis, mengusap pipi gempal putranya. "Mommy mau ketemu Nenek sebentar, Ya
最後更新 : 2026-05-07 閱讀更多