Setelah malam panjang yang sangat menguras tenaga sekaligus membahagiakan, Chloe dan Jordan akhirnya membersihkan diri. Dengan sisa-sisa rona merah di pipinya, Chloe berjalan menuruni tangga melingkar itu, dituntun oleh lengan besar suaminya yang melingkar erat di pinggangnya.Namun, pemandangan di ruang makan pagi itu seketika membuat langkah Chloe terhenti di ambang pintu ganda. Meja makan panjang peninggalan abad ke-18 itu sudah dipenuhi dengan berbagai macam hidangan mewah yang porsinya cukup untuk memberi makan satu peleton tentara. Mulai dari salmon panggang asparagus, salad bayam organik, kaviar, sup sarang burung walet, hingga berbagai macam buah beri segar dan segelas besar susu khusus ibu hamil. Di ujung meja, Lorenzo Arsenio sedang duduk santai menyesap espreso paginya sambil membaca tablet. Sementara itu, Carmen—wanita sepuh yang biasanya selalu bersikap dingin, sinis, dan menjaga jarak—kini berdiri di samping kursi dengan senyum lebar yang sangat tidak biasa. "Ah, pen
Mehr lesen