Bab 21"Milikmu... aku milikmu, Oliver," desah Lila pasrah. Ia memejamkan mata rapat-rapat. Ia tidak tahu lagi apa yang diinginkan pria mengerikan ini, tubuhnya, jiwanya, atau sekadar obsesi.Mendengar pengakuan itu, seringai yang gelap muncul di wajah Oliver. Napasnya yang panas memburu di depan wajah Lila. Ia melepaskan cengkeraman pada tangan Lila, namun bukan untuk membebaskannya. Sebaliknya, ia merayap turun, membiarkan tubuh kekarnya menekan Lila hingga tak ada celah udara di antara mereka.Oliver membenamkan wajahnya di antara belahan payudara Lila yang ranum dan naik-turun karena napas yang tersengal. Aroma alkohol dan asap rokok dari bar tadi masih tercium samar, dan itu justru semakin memicu sisi liar Oliver untuk menghapusnya. Ia menyesap kulit halus di sana, memberikan tanda-tanda merah yang kontras di atas kulit putih pucat Lila.Lila merintih, tangannya yang tadi terkunci kini meremas seprai dengan kuat saat merasakan lidah panas Oliver mulai bermain di area sensitifnya.
Terakhir Diperbarui : 2026-01-11 Baca selengkapnya