Masuk"Tiga ratus juta. Dan layani aku malam ini, sekarang juga." Lila terkesiap. Uang sebanyak itu bisa untuk membantu biaya pengobatan Ibunya. Airmatanya tumpah. Namun, Oliver enggan menanti, "Keputusan ada di tanganmu, Pelayan. Kau dapat uangmu, dan aku dapat... kepuasan." Lila berpikir ia akan bebas setelah malam itu, melainkan Oliver memberikan penawaran lebih gila dengan janji melunasi biaya rumah sakit Ibunya, “Tugasmu adalah menjadi pemuas Jonathan, Ayah tiriku.”
Lihat lebih banyakBab 52Kata-kata Oliver barusan seolah menjadi petir di siang bolong bagi Giselle. Ia terperangah, matanya membelalak tak percaya menatap Oliver.“Menikah?” suara Giselle bergetar, hampir tidak terdengar. “Sharon... menikah dengan Jonathan? Tidak mungkin. Ibumu sangat mencintai Gustav. Bagaimana bisa dia memberikan hatinya pada pria yang selama ini hanya menjadi bayang-bayang suaminya?”Oliver menyeringai pahit, sebuah ekspresi yang penuh dengan luka lama. “Hati? Tidak, Bibi. Ibu tidak pernah memberikan hatinya. Jonathan menggunakan keadaan. Saat Ayah tiada, Ibu berada di titik terendahnya. Jonathan datang sebagai pahlawan palsu, menjanjikan perlindungan padaku dan perusahaan. Tapi itu semua hanya jebakan.”Giselle menutup mulutnya dengan telapak tangan, air matanya kini mengalir deras tanpa terbendung. “Jadi itu alasannya... dia mengusirku. Dia tahu aku adalah satu-satunya orang yang bisa memperingatkan Sharon tentang niat busuknya.”“Dia menghancurkan mental Ibu perlahan-lahan,” lanj
Bab 51Begitu masuk di VVIP room khusus Harold Family, Austinmembawa istrinya duduk di atas sofa kulit yang empuk.“Kamu penasaran sayang?” tanya Bella pada Austin begitu iaduduk menghadap suaminya.Austin tersenyum tipis, “Not really, love.” Ucapnya sambilmencubit kecil hidung Bella.Membuat Bella mengerucutkan bibirnya. "Tapi aku tetap mau cerita, hubby.""Iya sayangku. Jadi bagaimana bisa kenal dengan Oliver?"Bella pun dengan antusias menceritakan ulang apa yang ia dengar dari Giselle.Austin mendengarkan sang istri dengan baik, meski jujur ia tidak terlalu peduli akan hal itu. Bukan karena nir empati. Tapi begitulah dia.Tapi demi Bella, ia akan dengan senang hati mendengar story telling sang istri."Begitu sayang..." tutup Bella mengakhiri ceritanya.Austin mengangguk paham, "Hmm, sebenarnya aku bisa membantu Oliver untuk mencari rekam jejak kematian kedua orang tuanya, tapi dia menolaknya.""Pasti berat untuk Oliver saat itu, hubby," gumam Bella bersandar manja pada sang su
Bab 50"Menarik. Aku memang tidak salah menilaimu," ujar Austin sembari mengangguk puas. Namun, ia tidak langsung menutup pembicaraan. Matanya kembali menatap Oliver dengan sorot yang lebih dalam. "Lalu bagaimana dengan Monfalco Corp?"Austin ingat betul alasan di balik ambisi besar Oliver. Ia tahu betapa kerasnya Oliver berusaha merayap dari bawah demi mengambil alih takhta yang seharusnya menjadi haknya. Sebenarnya, bagi Austin Harold, menghancurkan perusahaan sekelas Monfalco Corp atau membelinya secara paksa adalah hal yang mudah. Ia bahkan sempat menawarkan bantuan untuk memberikan perusahaan itu langsung ke tangan Oliver saat pertama kali mendengar kisah pengkhianatan Jonathan.Namun, Oliver menolak dengan halus. Ia ingin tangannya sendirilah yang menyeret Jonathan turun dari singgasananya hingga hancur berkeping-keping."Dia memiliki banyak anjing yang setia," jawab Oliver dengan rahang mengeras dan wajah penuh kekesalan. Ia merujuk pada jajaran direksi dan pemegang saham yang m
Bab 49Beberapa bulan lalu, selama ia berada di Jerman, Oliver telah mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk membangun kerajaan bisnisnya sendiri secara mandiri. Ia ingin membuktikan bahwa namanya bisa berdiri tegak tanpa bayang-bayang besar keluarga Monfalco di Swedia. Setelah bertahun-tahun merintis dengan penuh peluh, akhirnya hari ini ia bisa duduk berhadapan dengan sosok legendaris yang selama ini hanya bisa ia amati dari jauh—Austin Harold.Dari Austin-lah, Oliver berhasil menembus dinding tebal lingkaran pebisnis raksasa di Jerman. Benar saja, kepiawaian Austin bukan sekadar isapan jempol belaka. Oliver, sebagai sesama pria, merasa sangat kagum dengan kharisma dan ketajaman berpikir pria itu. Bahkan, melalui koneksi ini, ia sempat dikenalkan dengan putra Austin yang memiliki usia sebaya dengannya, Arion Harold, yang kini memegang kendali operasional di pusat."Maaf saya mengganggu waktu liburan Anda, Tuan Austin," ujar Oliver dengan nada tulus. Ia tahu betapa mahalnya wa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan