Pagi harinya, Valerie yang sedang memandangi taman dari dalam rumah di lantai dua, dengan masih mengenakan lingerie. Tatapannya terlihat kosong, tidak ada semangat untuk menjalani hari-harinya yang penuh dengan ancaman. Valerie dipaksa harus terus tersenyum dengan rasa sakit yang bertubi-tubi datang padanya, penuh dengan ancaman, dari James pada orang-orang yang disayanginya.“Apa yang sedang kamu lamunkan, Sayang?” tanya James, tangannya melingkar di perut Valerie, memeluknya dari belakang.“Aku merindukan kakekku, kapan kau akan mengajakku kesana? Aku baru sebentar bertemu dengannya, tapi kau memisahkanku,” ucap Valerie dengan enggan menatap James, yang lebih memilih menatap taman dengan langit mendung.“Aku sibuk, akhir-akhir ini, jika senggang aku akan mengajakmu kesana. Vale, kau tidak perlu khawatir, kakekmu tidak akan apa-apa, pengobatan sudah aku berikan maksimal. Kau akan ke perusahaan sekarang?” tanya James, mengubah topik pembicaraan. Tidak mau Valerie terus menanyakan kebe
Última actualización : 2026-01-15 Leer más