Aku berdeham kecil, mencoba mengatur nada suaraku agar terdengar lebih dalam. "Ehem.""Nona Uli Sinaga, aku tahu di matamu aku hanyalah pencuri kasar. Tapi dengarlah... jika seseorang bisa hidup mapan dan tenang, siapa yang sudi terjerumus ke dunia hitam seperti ini? Dulu, aku adalah seorang remaja yang penuh idealisme dan keceriaan.""Ideal? Kau?" sela Derli dengan nada sangsi yang kentara.Aku tak memedulikan skeptisismenya. Aku melangkah menuju jendela, menatap rembulan yang menggantung perak sembari menyilangkan tangan di balik punggung—berpose layaknya seorang filsuf yang terbuang."Tanganku ini... dulu akrab memegang buku ilmu pengetahuan, sekaligus menggenggam Piso Halasan," ucapku pelan namun mantap. "Sejak kecil, aku haus akan seni bela diri, urusan sipil, hingga sistem perdagangan. Ambisiku tinggi, aku ingin menjadi kerabat dekat Kaisar Batak. Aku pernah bermimpi untuk membawa Nuklir demi menundukkan 250 Kerajaan Dunia di bawah panji kedamaian."Aku menghela napas panjang, m
Last Updated : 2025-12-27 Read more