"Aku merasa lega Boss tidak mati," ucap Bonaga dengan suara lirih, bahunya merosot seolah menanggung beban dunia. "Aku terus menyalahkan diriku karena tidak berguna. Aku hanya beban bagimu, Boss... maka dari itu, sebelum kau mengusirku, biarkan aku pergi dengan martabatku sendiri."Ia mengusap sudut matanya, berakting seolah-olah dia adalah martir yang berkorban demi kebaikanku."Oh! Ya sudah, silakan pergi!" sahutku santai sambil mengibaskan tangan.Bonaga tertegun, tidak menyangka aku akan melepaskannya semudah itu. Tapi aku belum selesai."Oh ya, sekadar informasi," lanjutku dengan nada jengkel yang sengaja dibuat-buat. "Tadi saat merampok, aku memberitahu mereka kalau namaku adalah Bonaga Simamora sang Ahli Strategi. Jadi, kemungkinan besar seluruh pasukan Kota Sibalga akan mencari orang dengan nama itu mulai sekarang. Hati-hati di jalan ya, Bon!"DEG!Wajah Bonaga seketika memucat, lebih putih dari nasi di dalam potnya. Tubuhnya gemetar hebat, seolah-olah petir baru saja menyamba
Last Updated : 2025-12-23 Read more