Mendengar suara Anisa dari ujung telepon, Nadia tak bisa lagi tenang dan langsung berseru, "Dasar wanita jalang! Asal kamu tahu, meski kamu sudah menikah dengan Joshua, selama aku masih hidup, kamu nggak akan pernah bisa injakkan kakimu di rumah Keluarga Hartono!""Oke. Selama Ibu nggak setuju, aku nggak akan menginjakkan kaki di rumah Keluarga Hartono."Suara Anisa di ujung telepon terdengar sangat tenang, bahkan mengandung sedikit tawa.Jimmy mengerutkan kening. "Apa yang kamu inginkan?""Aku cuma ingin bersama Joshua. Selama Ayah nggak mempersulit kami sekeluarga, aku akan bantu Joshua dan jadi istri yang baik ...." Anisa tiba-tiba berhenti berbicara.Intan menatap Joshua. Matanya yang berkabut dipenuhi rasa tak berdaya.Nadia tidak peduli. Dia terus memaki dengan kesal, "Jangan mimpi kamu!"Anisa tertawa. Dia tidak peduli dengan sikap Nadia dan berbicara lagi, "Aku sudah korbankan masa muda dan perasaanku. Meski cerai, aku seharusnya dapatkan setengah dari harta Joshua. Tentu saja,
Magbasa pa