로그인Rachel Jovanka telah menikah selama dua tahun. Ketika hendak mengurus ulang akta nikah, dia baru mengetahui bahwa akta nikah yang selama ini dia simpan seperti harta karun ternyata palsu .... Rachel ingin langsung bertanya jelas pada suaminya, Joshua Hartono. Akan tetapi, dia tanpa sengaja mendengar bahwa pria yang telah melindunginya selama enam tahun itu ternyata telah menikah selama lima tahun. Istrinya adalah guru yang enam tahun lebih tua darinya! Rachel bukan hanya dijadikan tameng kedua orang itu, tetapi juga dibohongi oleh Joshua bahwa dirinya mandul dan dipaksa untuk mengadopsi anak mereka. Menahan rasa jijiknya, Rachel menelepon pengacara yang menghubunginya untuk mewarisi harta keluarga. Dia berujar, "Aku belum menikah dan nggak punya anak. Aku akan warisi seluruh harta itu sendiri." Rachel dengan tegas meninggalkan Keluarga Hartono. Melihat Rachel yang tak memiliki sandaran, Joshua dengan tenang menunggunya kembali. Tanpa diduga, suatu hari, dia melihat Rachel di berita nasional tentang pernikahan yang menjadi sorotan publik. Pada saat itu, Rachel berdiri berdampingan dengan seorang pria yang berada di puncak kejayaan. Di bawah sorotan lampu, mereka menerima rasa iri dan berkat dari orang di seluruh dunia ....
더 보기Sean menggeser kepala Rachel dengan pelan, lalu berkata dengan suara yang sangat lembut, "Aku Sean.""Ah! Pak Sean .... Apa aku mengganggu kalian?"Setelah menghubungkan suara napas yang didengarnya dengan kedua orang yang bersama dan masih tidur, Icha langsung menyadari apa yang sedang terjadi dan bahkan bisa membayangkannya. Wajah serta sosok Sean dan Rachel yang sangat serasi sedang saling bertautan dalam kabut pagi .... Apakah ini sesuatu yang bisa dia dengar melalui telepon? Icha bahkan ingin segera menutup telepon."Nggak. Hanya saja, Kak Rachel-mu belum bangun." Suara Sean makin lembut, sampai-sampai Icha tersipu dan jantungnya berdebar kencang."Kalau bisa, boleh tolong bantu dia ajukan cuti hari ini? Dia mau istirahat.""Tentu saja!" sela Icha sebelum Sean selesai bicara. Dia menambahkan, "Pengajuan cuti Kak Rachel sudah diajukan dari awal. Aku yang salah paham kemarin. Kalian berdua istirahatlah yang baik. Semoga Pak Sean cepat sembuh dan punya banyak anak!"Icha tidak tahu
"Jadi?" Xander masih merasa bingung.Wajah Celine sedikit memerah. Suaranya terdengar kesal. "Jadi, bisa nggak kamu tetap di ruang tamu bersamaku? Aku mau ditemani seseorang. Kamu boleh pergi setelah aku tertidur.""Ini ...." Xander merasa agak ragu."Penerbanganku besok pagi ...," ucap Celine dengan pelan sambil memiringkan kepalanya.Sebenarnya, Celine juga tahu bahwa kepulangannya kali ini mungkin tidak akan berakhir baik. Pada akhirnya, dia tidak mampu bersikap kejam. Jika benar-benar ingin menyakiti Sean, saat Sean menolak bertemu dengannya sebelum dia pergi ke luar negeri, dia pasti sudah pergi menemui Rachel. Melihat keadaan sekarang, Celine merasa dirinya dan Sean benar-benar tidak mungkin bersama lagi. Dia tidak mampu mendoakan kebahagiaan untuk Sean. Namun, demi harga dirinya, dia hanya bisa berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengganggu pria itu.Sejak pertunangan Sean dan Rachel, Celine harus menelepon temannya hampir setiap malam atau meminta asistennya berjaga di luar k
Jika tidak, siapa tahu besok Celine membuat masalah apa lagi. Nantinya malah akan merusak suasana Sean dan Rachel yang baru berbaikan.Beberapa saat kemudian, Celine baru menurunkan jendela mobil.Xander berkata, “Bu Celine, sudah semalam ini, apa kamu masih belum kembali?”Namun, begitu Xander menyelesaikan omongannya, dia menyadari Celine sedang meringkukkan tubuhnya dengan raut wajah kelihatan tidak begitu bagus. Kondisinya kelihatan agak aneh.“Bu Celine ….”“Perutku sakit,” ucap Celine dengan nada rendah, “Apa kamu bisa antar aku pulang?”Setelah 40 menit berlalu, Xander mengantar Celine ke hotel bintang lima yang lokasinya tidak jauh dari bandara.Tadinya Xander ingin mengantar Celine ke rumah sakit, tapi Celine tidak bersedia ke rumah sakit, bersikeras mengatakan bahwa penyakit lamanya telah kambuh.Xander ingin mengantar Celine kembali ke rumah Keluarga Rahaja, tapi dia malah tidak bersedia.Kali ini, Celine pulang secara diam-diam. Anggota keluarga dan penggemarnya tidak menge
Ciuman itu tidak mengandung makna menggoda saja sekali, hanya ada rasa menenangkan dan rasa sayang yang kental saja.Setelah menerima ciuman dari perempuan itu, lengan Sean juga tiba-tiba terasa tegang. Dia memiringkan kepalanya untuk membuka bibirnya. Akhirnya, dia pun mengambil kendali, lalu memperdalam ciuman tersebut.Sean tidak peduli lagi dengan rasa egois maupun lamban … dia tidak akan melepaskan Rachel lagi.Di lantai bawah, Celine sedang berdiri di samping mobil dan terus menunggu kemunculan Rachel. Detik demi detik berlalu, lampu di lantai atas masih belum dipadamkan.Celine terus membengkokkan kukunya hingga hampir patah. Keningnya terus berkerut. Dia sama sekali tidak bisa percaya. Mana mungkin ….“Bu Celine, kali ini kamu sudah bisa menyerah, ‘kan.” Tiba-tiba terdengar suara datar seorang pria dari belakang.Celine memutar bola matanya. Orang di belakangnya tak lain adalah Xander.Xander membawa peralatan medis, beberapa kebutuhan sehari-hari, camilan, minuman, dan lain-la
Ini adalah pertama kalinya Rachel menghadapi acara seperti ini. Tidak peduli bagaimana dia menenangkan dirinya, dia tetap merasa gugup.“Siapa dia? Bukannya representatif Grup Zavian seharusnya adalah Howard atau Mindy?”“Kamu nggak tahu, dia itu putri di luar nikah dari Vino. Dengar-dengar dia keja
Rachel tidak ingin membuang-buang waktu Andreas. Baru saja Andreas mengantarnya ke lift hotel, Rachel langsung berujar, "Sudah, Kak Andreas. Aku sudah paham semuanya. Kamu tangani saja pekerjaanmu."Andreas tersenyum dan menjawab, "Oke. Kalau butuh sesuatu, hubungi saja aku kapan pun itu.""Oke." Ra
"Takut kehilangan Rachel?" tanya Anisa.Anisa jelas ingin menguji Joshua, tetapi Joshua terlihat agak tak berdaya dalam menghadapinya hari ini. Dia hanya tersenyum dingin dan menjawab, "Jangan asal bicara."Seusai berbicara, Joshua memadamkan lampu, lalu meletakkan ponselnya dan tidak peduli lagi pa
Sebelum gambar selesai dimuat, sebuah panggilan telepon masuk. Yang menelepon adalah Anisa. Begitu Joshua menjawab, isak tangis seorang wanita memenuhi telinganya."Ada apa? Apa yang terjadi?" Jantung Joshua berdebar kencang, suaranya dipenuhi kecemasan. Namun, tak peduli bagaimana pun Joshua berta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
평점
리뷰더 하기