Rachel tidak ingin membuang-buang waktu Andreas. Baru saja Andreas mengantarnya ke lift hotel, Rachel langsung berujar, "Sudah, Kak Andreas. Aku sudah paham semuanya. Kamu tangani saja pekerjaanmu."Andreas tersenyum dan menjawab, "Oke. Kalau butuh sesuatu, hubungi saja aku kapan pun itu.""Oke." Rachel melambaikan tangan.Namun, pada saat ini, pintu lift tiba-tiba ditahan dan sosok seseorang berjalan masuk dengan cepat. Meskipun liftnya sangat besar, orang itu sengaja menabrak Rachel dan membuatnya hampir terjatuh."Listya." Baru saja Rachel melihat jelas wanita di sebelahnya mengenakan setelan bergaya Chanel, terdengar suara Andreas menyapa wanita itu.Listya memiliki rambut panjang hitam yang ditata bergelombang. Tubuhnya memancarkan aroma parfum yang menyengat. Dia melirik Rachel sebelum menatap Andreas dan bertanya, "Andreas, ini pacar barumu?""Pacar baru apa? Jangan asal bicara. Dia adik sepupuku, Rachel." Andreas sedikit tidak senang, tetapi nadanya saat berbicara dengan Listy
Ler mais