Beberapa hari kemudian, hujan sore masih turun dengan konsistensi, genangan air di jalan yayasan kini menjadi tempat anak-anak bermain menyelam jari, bukan tempat yang menakutkan. Candra mengawasi mereka dari jendela ruang kelas baru, sambil meninjau laporan perkembangan program terapi kreatif. Dina mendekati, memegang buku catatan. “Pak Candra, Rudi sekarang tidak hanya menggambar bintang, tapi juga mengajari teman-temannya. Anak-anak yang dulu diam kini aktif bercerita tentang impian mereka.” Candra tersenyum—rantai harapan memang terus memanjang.Tiba-tiba, ponselnya berdering: panggilan dari Siti. Suaranya penuh kegembiraan. “Pak Candra, aku sudah melahirkan! Bayi perempuan, kami menyebutnya Candra, seperti yang dijanjikan.” Candra merasa dada terasa hangat, segera berangkat ke rumah Siti di Kabupaten Sorong Selatan. Ketika tiba, ibu Siti yang dulu terjebak obsesi balas dendam menyambutnya dengan senyum lebar. Dia menunjukkan bayi yang tidur damai, lalu berkata, “Kau yang membuat
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-01 อ่านเพิ่มเติม