Lorrene masih duduk di depan meja kecil yang sejak beberapa hari terakhir tidak pernah jauh darinya. Di atas meja itu terletak penutup kepala zirah milik Reis yang dibawa kembali dari lokasi penyergapan.Noda darah yang mengering masih terlihat jelas di permukaannya, menjadi pengingat yang terus menghantui seluruh istana, namun tidak bagi Lorrene.Setidaknya tidak dengan cara yang sama.Sementara orang lain melihatnya sebagai bukti kematian Kaisar, Lorrene hanya melihatnya sebagai sebuah petunjuk yang belum lengkap.Di hadapannya, Victor, Rowan, Flinch, dan Falk berlutut dalam diam. Tidak seorang pun berani mengganggu pikirannya lebih dulu hingga akhirnya Victor membuka suara."Yang Mulia, kami menunggu perintah."Lorrene perlahan mengangkat pandangannya. Tatapannya menyapu keempat orang itu sebelum berhenti sesaat pada Victor."Apakah kami juga harus ikut mencari Kaisar?" lanjut lelaki itu.Lorrene menggeleng pelan."Tidak." Jawaban tersebut langsung membuat mereka saling berpandanga
Last Updated : 2026-06-07 Read more