LOGIN77 kali, demi menunda pernikahannya dengan Lorrene Valgard, Duke Calix Luther merancang tujuh puluh tujuh kecelakaan yang mengancam nyawa Lorrene. Semua itu ia lakukan hanya untuk menyenangkan wanita yang ia cintai. Pada kali ke-78, Lorrene memilih takdirnya sendiri. Ia menukar pernikahan dengan Kaisar Tiran sang penguasa kekaisaran.
View MoreReis akhirnya bangkit dari kursinya.Gerakan sederhana itu langsung membuat seluruh aula kembali menegang tanpa sadar. Beberapa bangsawan refleks meluruskan punggung mereka, sementara yang lain buru-buru menundukkan kepala begitu Kaisar mulai melangkah turun dari singgasananya.Suara langkah kaki Reis menggema pelan di lantai marmer aula yang sunyi.Tidak cepat dan tidak lambat.Namun entah mengapa, setiap langkah lelaki itu terasa begitu menekan hingga membuat suasana di dalam ruangan semakin sesak.Tatapan gelapnya perlahan menyapu seluruh aula sekali lagi. Tidak ada kemarahan yang terlihat jelas di wajahnya, tetapi justru itulah yang membuat banyak orang semakin takut.Karena semua orang tahu Reis jauh lebih berbahaya saat dirinya terlihat setenang ini.“Mulai sekarang…” suara lelaki itu terdengar rendah dan dingin, memecah keheningan yang sedari tadi menggantung di dalam aula, “…satu per satu dari kalian akan mengetahui apa yang akan kalian terima karena berani membuat situasi sek
Seketika suasana aula berubah kacau.Beberapa bangsawan langsung berdiri dari kursi mereka dengan wajah panik. Suara protes mulai terdengar dari berbagai sisi ruangan, namun semuanya langsung terpotong saat pintu besar aula ditutup keras oleh para pengawal.BRAK!Suara dentuman itu menggema ke seluruh ruangan.Para prajurit kekaisaran bergerak cepat ke setiap sisi aula. Pintu-pintu lain segera dikunci, sementara jendela besar satu per satu mulai ditutup rapat.Suara besi dan kayu bergesekan memenuhi ruangan. Dan semakin banyak jalan keluar yang tertutup semakin besar kepanikan yang mulai menyebar.Beberapa bangsawan tampak mulai benar-benar ketakutan sekarang. Bahkan Count Valgard terlihat menegang samar, sementara Calix berdiri sedikit di depan kursinya seperti refleks melindungi sesuatu yang bahkan tidak ada di sana.Dalam hitungan menit, aula besar itu berubah menjadi ruangan tertutup sepenuhnya. Tidak ada jalan keluar dan tidak ada celah, saat itulah suasana benar-benar berubah me
Suasana di dalam aula berubah sedikit setelah ucapan Calix terdengar.Beberapa bangsawan mulai saling melirik samar tanpa berani berbicara terang-terangan. Ekspresi mereka terlihat rumit, bahkan sedikit terkejut. Karena semua orang mengenal Calix dengan cukup baik.Lelaki itu bukan tipe bangsawan yang mudah menundukkan diri ataupun mengakui kesalahan secara terbuka.Sebagai Duke Luther, dirinya selalu dikenal dingin, keras, dan sulit didekati. Bahkan di dalam rapat kekaisaran sekalipun, Calix jarang berbicara dengan nada serendah tadi.Namun sekarang demi Roseane, dirinya memilih merendahkan diri di hadapan Kaisar. Dan itu bukan sesuatu yang biasa.Akan tetapi Reis tetap terlihat tenang.Tatapannya tidak berubah sedikit pun sejak tadi. Tidak ada tanda bahwa dirinya melunak ataupun merasa puas dengan permintaan maaf tersebut. Justru karena ekspresinya terlalu datar, suasana di dalam aula terasa semakin sulit ditebak.Keheningan panjang kembali menyelimuti ruangan sebelum akhirnya Reis
Tidak ada yang menjawab dan tidak ada pula yang cukup berani untuk membuka suara.Bahkan pejabat yang tadi melaporkan keadaan Duke Luther dan Count Valgard terlihat sedikit pucat sekarang. Lelaki itu berdiri kaku dengan kepala tertunduk rendah, seolah berharap dirinya tidak lagi menjadi pusat perhatian di dalam aula yang mendadak terasa begitu menyesakkan.Karena semua orang memahami arti dari pertanyaan Reis.Kaisar itu tidak pernah memanggil seluruh petinggi kekaisaran tanpa alasan penting. Terlebih lagi, panggilan resmi menuju aula rapat kerajaan bukan sesuatu yang bisa diabaikan sesuka hati.Namun sekarang beberapa bangsawan besar justru tidak hadir. Dan alasannya hanyalah karena mereka sedang mencari Duchess Luther yang menghilang.Tatapan Reis perlahan bergerak menyapu seluruh ruangan.Tidak tergesa-gesa, membuat tekanan di dalam aula terasa semakin besar.Beberapa bangsawan mulai menundukkan kepala mereka lebih dalam. Ada pula yang duduk dengan tubuh kaku, bahkan tidak berani m
Gwen menunduk dalam. “Dan hidup saya kini milik Anda, Yang Mulia.”Terakhir, Lorrene menatap wanita keempat yang berdiri sedikit terpisah.“Belona Jarvad.”Putri kepala pengawal istana. Tubuhnya tegap, sikapnya lebih mirip prajurit daripada wanita istana. Mata Belona jernih, lurus, tanpa permainan
Keheningan masih menyelimuti kamar itu setelah penjelasan Sienna mengenai racun yang berada di tubuh Lorrene.Udara terasa berat.Lampu tidur di sudut ruangan bergetar pelan, membuat bayangan panjang di dinding bergerak perlahan.Reis berdiri tegak di dekat tempat tidur. Wajahnya kembali tenang sep
Reis terdiam beberapa saat setelah mendengar penjelasan Lorrene.Tatapannya masih tertuju pada wajah wanita itu, seolah mencoba memahami seluruh cerita yang baru saja ia dengar. Di dalam kamar itu hanya terdengar suara api lampu minyak yang sesekali berderak kecil.Akhirnya Reis menghela napas panj
Kini Lorrene perlahan memalingkan kepalanya.Tatapannya jatuh pada sosok yang berdiri di belakangnya.Lampu redup di dalam bilik membuat bayangan wajah pria itu terlihat samar, namun sorot matanya jelas tajam, penuh pengamatan.Lorrene menatapnya beberapa detik tanpa berkata apa-apa.Lalu ia kembal






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore