Kael masih terpaku di dekat ambang pintu. Dia tidak berani melangkah lebih dekat. Rasa bersalah membuat seluruh persendiannya terasa lumpuh dan kaku. Namun, mau sampai kapan? Pada akhirnya Kael memandangi wajah Sabrina yang sembab, lalu beralih pada perut buncit istrinya itu. Hatinya sesak mendapati Sabrina harus menanggung beban duka dalam keadaan hamil besar bagini. Kael teringat bagaimana perjuangan panjang yang telah mereka lalui untuk sampai di titik ini. Tiga tahun terpisah dalam jurang kesalahpahaman yang menyiksa, saling menyakiti dalam keangkuhan, hingga akhirnya takdir melunakkan hati mereka untuk menjalani hidup bersama. Sabrina adalah poros dunianya, satu-satunya alasan Kael bertahan di tengah kejamnya ajang balas dendam di masa lalu. Namun kini, melihat kerapuhan istrinya, Kael dirayapi ketakutan luar biasa. Dia sadar bahwa cinta mereka selalu dikelilingi badai, dan kali ini, dia takut apa yang terlah terjadi a
Leer más