Alvaro belum diperbolehkan pulang oleh dokter, karena keadaan Alvaro masih lemas. Mungkin besok Alvaro baru diperbolehkan pulang.Dengan sabar Aurora menemani anaknya, kali ia hanya bersama dengan pengasuh Alvaro. Sedangkan Leo sudah masuk kerja. Sebagai seorang dokter suaminya itu tidak boleh libur begitu saja, walaupun Leo pemilik rumah sakitnya sendiri.“Tuan kecil sepertinya haus, Nyonya,” ucap pengasuh Alvaro dengan sopan.“Iya, Mbak. Biar aku kasih asi dulu, tadi cuma sebentar minumnya mungkin mulutnya terasa pahit ya, Mbak,” sahut Aurora.“Mungkin saja, Nyonya. Sekarang di coba dulu siapa tahu Tuan kecil sudah mau minum.”Aurora mengeluarkan salah satu payudaranya dan memberikan putingnya pada Alvaro. Dan dengan lahap Alvaro mulai menghisap putingnya seperti biasa.Tatapan anaknya itu kepadanya sangat dalam, bahkan tangan anaknya yang mungil mengelus pipinya dengan lembut seakan mengatakan ‘Jangan khawatir, Ma. Aku baik-baik saja.’Aurora tersenyum, ia memegang tangan Alvaro ya
Huling Na-update : 2026-09-09 Magbasa pa