LOGINWarning : Bacaan 21+ Karena keterbatasan biaya operasi sang Mama, Aurora terpaksa menerima tawaran gila dari Papa sahabatnya untuk menjalin hubungan terlarang bersama pria itu. Rasa keterpaksaan itu berubah menjadi rasa kecanduan akan sentuhan panas Leo. Hubungan terlarang mereka menimbulkan rasa yang tidak seharusnya hadir di antara keduanya. "Ini gila, Aurora. Saya tidak bisa melepaskanmu. Selamanya kamu akan terus menjadi milik saya, walaupun dunia menentang hubungan kita." ~Leo Charles Frederick~ Akankah cinta yang melanggar batas itu bisa membuat mereka terus bersama, atau justru menjadi awal kehancuran keduanya?
View MoreLeo membawa Aurora ke apartemen lagi, ia memeluk Aurora dari belakang dan menciumi leher gadis itu dengan mesra.“Aku semakin yakin dengan kamu,” bisik Leo dengan tersenyum.Kedua alis Aurora terangkat, ia melirik Leo dari samping. Dan mengelus tangan kekar Leo yang ada di perutnya.“Yakin gimana maksudnya?” tanya Aurora bingung.Aurora memejamkan mata, kecupan Leo di lehernya menimbulkan rasa hangat, geli, dan deg-degan seperti biasa. Tidak ada yang berubah, hanya saja ia jauh lebih santai dan sangat menerima sentuhan Leo di seluruh tubuhnya.Leo melepaskan pelukannya, menarik Aurora perlahan agar menghadap ke arahnya. “Menjadikanmu istriku, Sayang. Kamu perhatian dengan Shopia. Aku yakin kamu bisa menjadi ibu yang baik untuknya walaupun usia kalian sama,” jawab Leo serius.Aurora menahan napasnya, ia tampak berpikir dan membayangkan jika ia menikah dengan Leo dan menjadi ibu sambung untuk Shopia. Terkesan aneh, tetapi permintaan Leo tidak bisa ia abaikan. Aurora juga menginginkan ha
Aurora membuka matanya dengan perlahan, tubuhnya remuk redam karena melayani Leo semalam. Suara gemericik air menandakan jika Leo sedang berada di dalam kamar mandi, ia menatap sekeliling kamar ini.Tidak ada lagi foto Emma. Hanya foto Leo yang terpampang di dinding.Kapan Leo melepaskan foto-foto Emma? Sebab, semalam ia masih melihat foto Emma terpajang dengan rapi.Ceklek…Suara pintu terbuka mengalihkan atensi Aurora. Gadis itu menelan ludahnya dengan kasar melihat Leo hanya menggunakan handuk dari pusar sampai lutut saja, air menetes ke dada pria itu menambah kegantengan Leo berkali-kali lipat.“Sudah bangun, Sayang. Cepat mandi sebelum Shopia menyadari kamu di kamar ini,” ujar Leo berjalan mendekat ke arah Aurora.“Iya, Om. Aku akan mandi sekarang. Tapi pakaianku.”“Sudah aku bawakan itu di atas sofa, Sayang. Jangan khawatir.”Cup…Leo mengecup dahi Aurora dengan lembut. “Bisa berjalan, kan?”“Bisa kok. Cuma pegel aja, ini aku mau mandi kamu awas dulu jangan dekat-dekat aku,” gu
“Iya, Sayang.”Aurora mengelus rambut Leo dengan lembut, pria itu merasa nyaman diperlakukan dengan manja oleh Aurora.Leo meletakkan kepalanya di pundak Aurora, tangannya menyentuh kancing baju Aurora dan membukanya dengan perlahan.“Kamu mau apa?” tanya Aurora mencegah tangan Leo.“Sebentar saja. Tidak lebih dari ini, Sayang,” ucap Leo memelas.“Janji?”“Iya, Sayang.”Aurora gugup ketika Leo membuka satu persatu kancing bajunya. “Jangan diliatin kayak gitu,” tegur Aurora tercekat dengan pipi yang memanas.Leo tersenyum, tangannya mulai meremas benda kenyal favoritnya yang semakin bertambah ukuran.Mengeluarkan payudara itu dari satu-satunya penutup hingga terpampang jelas di hadapanmu. Leo mendekatkan mulutnya, menghisap bagaikan bayi yang kehausan. Tangan yang satunya tidak ia biarkan diam, meremas dengan gemas hingga Aurora harus menahan suara lenguhannya.“Eugh… Sayang pelan-pelan,” pinta Aurora menggigit bibir bawahnya.Rasa geli ia rasakan, Aurora menutup mulutnya dengan tanga
Shopia jatuh terduduk ketika Emma mendorongnya dengan kasar. Emosi Leo kembali memuncak, ia ingin mengejar Emma dan memberikan pelajaran tetapi tangannya ditahan oleh Aurora. Gadis itu memberikan kode untuk fokus ke Shopia yang paling terluka.“Sialan wanita tidak tahu diri itu!” umpat Leo dengan kasar.Jika tidak mengingat Emma adalah ibu dari Shopia, maka ia sudah menghajar Emma sekarang juga tidak peduli jika dia adalah seorang perempuan.Leo berjongkok di hadapan anaknya, menatap Shopia dengan sangat khawatir. “Sayang, maafkan Papa ya. Keluarga kita harus hancur. Kamu tidak apa-apa kan kalau ikut Papa?” tanya Leo dengan pelan. Ia tahu semua kata-katanya sangat melukai Shopia. Tetapi ia tidak bisa lagi mempertahankan pernikahannya dengan Emma, lebih baik berpisah daripada terus melukai hati masing-masing. Shopia tersenyum miris. “Hubungan kalian tidak bisa diperbaiki ya, Pa?” tanya Shopia dengan tatapan kosongnya. “Tidak, Sayang. Papa dan Mama sudah memiliki jalan masing-masin






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore