MasukWarning : Bacaan 21+ Karena keterbatasan biaya operasi sang Mama, Aurora terpaksa menerima tawaran gila dari Papa sahabatnya untuk menjalin hubungan terlarang bersama pria itu. Rasa keterpaksaan itu berubah menjadi rasa kecanduan akan sentuhan panas Leo. Hubungan terlarang mereka menimbulkan rasa yang tidak seharusnya hadir di antara keduanya. "Ini gila, Aurora. Saya tidak bisa melepaskanmu. Selamanya kamu akan terus menjadi milik saya, walaupun dunia menentang hubungan kita." ~Leo Charles Frederick~ Akankah cinta yang melanggar batas itu bisa membuat mereka terus bersama, atau justru menjadi awal kehancuran keduanya?
Lihat lebih banyak“Kenapa, Sayang?” tanya Leo penasaran—menyadari perubahan raut wajah sang istri yang tampak tegang.Pria itu tampak khawatir, dengan gerakan cepat Leo mengambil ponsel sang istri. Matanya menatap layar ponsel, dan seketika ekspresi Leo langsung berubah dingin, tangannya mengepal—menggenggam ponsel dengan sangat erat karena emosi mulai menguasai dirinya.“Ngapain pria bajingan ini menghubungimu. Pria tidak berguna! Blokir saja nomornya!” ucap Leo dengan nada penuh perintah dan amarah.Aurora terdiam, wanita hamil itu masih tidak menyangka jika ayah yang sudah ia anggap mati ternyata menghubungi dirinya.Tangannya sedikit gemetar, bibirnya kering terlihat pucat. Matanya memancarkan ketakutan saat bertemu pandang dengan Leo dan pria itu menyadari semuanya.Leo mencoba mengontrol emosinya, dengan tenang ia menghapus pesan tersebut dan langsung memblokir nomor yang mengaku sebagai ayah kandung Aurora.Dari mana pria bajingan itu mendapatkan nomor istrinya?Dan kenapa tiba-tiba saja dia men
Leo memasukan miliknya dengan perlahan agar tidak menyakiti sang istri dan calon anak mereka.Terdengar Aurora melenguh nikmat ketika miliknya terasa penuh akibat ulah Leo. Leo menatap Aurora dengan berkabut gairah, jika berurusan dengan sang istri di atas ranjang Leo tidak pernah merasa puas.“Begini nyaman, Sayang?” tanya Leo mencari posisi yang nyaman untuk sang istri.Aurora mengangguk pelan, ia mengalungkan kedua tangannya di leher Leo dan menatap sang suami dengan penuh cinta dan mendambakan sentuhan Leo segera datang kembali.“Iya, Mas. Ini sudah nyaman kok. Ayo gerak sekarang, Mas. Please!” pinta Aurora dengan nada sedikit merengek.Leo terkekeh pelan mendengar rengekan sang istri yang semakin membuat dirinya bersemangat.“Dengan senang hati, Sayang,” sahut Leo dengan suara serak.Leo menggerakkan miliknya dengan perlahan, matanya fokus menatap sang istri yang memejamkan mata dengan mulut terbuka menikmati setiap gerakannya yang perlahan.“Aahhh…”Desahan Aurora terdengar di t
Leo menatap istrinya dengan penuh rasa haru, akhirnya istri dan anaknya saling memaafkan satu sama lain.“Gimana perasaan kamu hari ini, Sayang?” tanya Leo sambil mengelus puncak kepala Aurora dengan kasih.Aurora tersenyum tipis, senyuman penuh kelegaan atas kata memaafkan yang sudah terucap dari bibirnya sendiri.“Lega, Mas. Ternyata memaafkan Shopia sangat melegakan sekali. Hatiku rasanya plong,” jawab Aurora jujur.Leo tersenyum lega, ia memeluk Aurora dengan erat. “Terima kasih sudah mau memaafkan Shopia, Sayang. Kamu hebat sekali, Mas tahu kamu wanita yang sangat baik,” ucap Leo sambil memuji sang istri.“Kamu berlebihan Mas,” sahut Aurora dengan tersenyum tipis.Leo terkekeh mendengar jawaban sang istri. Tetapi semua yang ia katakan benar dan dari lubuk hatinya jika Aurora memang perempuan yang sangat baik, ia sangat beruntung memiliki istri seperti Aurora. Masih muda dan memiliki hati yang baik sekali.“Tidak, Sayang. Kamu memang baik dan Mas semakin mencintai kamu. Mas berunt
“Kenapa kamu datang ke sini lagi?” tanya Aurora dengan nada ketus ketika melihat Shopia datang ke rumahnya bersama Raja.Sudah beberapa bulan ini Aurora merasa tenang dengan kehidupannya karena tidak memikirkan yang lainnya, tetapi kedatangan Shopia merusak paginya yang ceria.Entahlah, rasanya untuk memaafkan sahabatnya itu Aurora masih merasa berat, ada rasa kesal yang lebih mendominasi hatinya dibandingkan dengan kata memaafkan.“Kan saya sudah bilang jangan menampakkan wajahmu lagi di hadapan saya. Saya tidak mau berurusan dengan kamu,” lanjy Aurora dengan dingin.Sedangkan Shopia tidak gentar, tangannya terkepal merasa tersudutkan tetapi ia harus bisa mendapatkan kata maaf dari Aurora. Ia sama sekali tidak tenang jika belum mendapatkan maaf dari sahabat sekaligus ibu tirinya.Wajah sendunya menatap Aurora. Namun, tidak ada rasa iba yang Aurora rasakan. Melainkan rasa muak yang begitu besar. Namun, tidak ia pungkiri juga ada rasa iba ketika Shopia datang dengan wajah sendu dan pe
Desahan Aurora memenuhi kamar, beriringan dengan gerakan Leo yang begitu cepat. Suara penyatuan mereka terdengar mengalun indah untuk melepas rasa rindu keduanya.Peluh membasahi tubuh keduanya, kamar yang tadinya rapi kini sudah berantakan, pakaian mereka berserakan di lantai. Bahkan AC di kamar
Sejak selesai makan dan kembali ke kamar, Leo tidak mengucapkan sepatah kata pun. Rahang pria itu masih mengeras, pertanda jika emosi masih menguasai jiwanya.Aurora mendekat dengan ragu, ia menghela napas pelan. Bahkan ia takut suara napasnya juga mengganggu kenyamanan Leo.
Malam ini Leo sama sekali tidak bisa tidur, ia menatap Emma. Berpikir, mencari jawaban yang terus berputar di otaknya.Tidak ada lagi perasaan yang tertinggal, semuanya terasa hambar.Apakah benar rasa cintanya sudah hilang?Dulu ia sangat mencintai Emma, saat mereka berpacaran dulu mereka juga san
Seminar sudah selesai, Leo memutuskan untuk beristirahat di kamar hotel sejenak. Ketika ia membuka pintu kamarnya, ada Aurora yang terlihat ragu untuk mengikuti.Lorong hotel ini sangat sepi, hanya ada mereka berdua. Dan ketakutan Aurora semakin menjadi ketika pintu kamar itu sudah terbuka lebar.“


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak