LOGINKarena keterbatasan biaya operasi sang Mama, Aurora terpaksa menerima tawaran gila dari Papa sahabatnya untuk menjalin hubungan terlarang bersama pria itu. "Ini gila, Aurora. Saya tidak bisa melepaskanmu. Selamanya kamu akan terus menjadi milik saya, walaupun dunia menentang hubungan kita." ~Leo Charles Frederick~ Akankah cinta yang melanggar batas itu bisa membuat mereka terus bersama, atau justru menjadi awal kehancuran keduanya?
View More17 tahun kemudian…Keluarga bahagia itu liburan bersama setelah Alvaro libur bekerja. Pria yang sudah dewasa itu sama seperti papanya sewaktu bujang dulu yang gila kerja.“Akhirnya bisa liburan juga,” ucap Kaluna duduk di kursi dekat pantai bersama keluarganya.“Benar, Kak. Selama ini kita sulit liburan bareng karena Kak Alvaro sibuk kerja gak ada waktu untuk keluarga,” sindir Aluna melirik sinis ke arah kakak lelaki satu-satunya itu.Alvaro hanya tersenyum tipis, semakin beranjak dewasa pria itu berubah drastis, dingin, tegas, dan sama persis seperti Leo. Tidak ada yang membedakan keduanya sekarang, bedanya hanya di usia mereka saja.“Maaf ya adik-adikku sayang. Kakak memang sibuk di rumah sakit tidak bisa sembarangan mengambil cuti,” sahut Alvaro membela diri.Karena memang sejak kepemimpinan rumah sakit jatuh kepada dirinya, Alvaro semakin sibuk. Sedangkan Leo memilih menghabiskan waktunya dengan sang istri di usia mereka yang semakin tua.Kaluna dan Aluna mendengus. “Ya…ya…ya… Man
Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari akhirnya Aurora dan kedua anak kembarnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah.Kamar sudah dihias orang suruhan Leo secantik mungkin agar Aurora dan kedua anak kembar mereka nyaman berada di dalam kamar.“Mas kamu yang menghias kamar ini?” tanya Aurora dengan mata berbinar bahagia.“Ide aku, Sayang. Tapi orang-orang suruhanku yang mengerjakan semuanya. Gimana, Sayang? Kamu suka?”hawab Leo sambil bertanya kepada sang istri.“Suka banget, Sayang. Kamu memang kreatif sekali,” ujar Aurora dengan terkekeh.Leo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar pujian istrinya itu.“Mas lakukan semua demi kalian, Sayang,” ucap Leo dengan tersenyum.“Iya, Mas. Aku paham kok.”Keduanya berjalan ke box bayi si kembar dengan Leo yang merangkul bahu istrinya.“Anak kembar kita anteng banget ya, Sayang. Kaluna dan Aluna, jadi anak yang baik dan penyayang keluarga ya, Nak. Kami akan mengusahakan apa pun untuk kalian agar semua anak-anak P
Aurora sudah dipindahkan ke ruang rawat inap dengan fasilitas VVIP. Apalagi Leo adalah pemilik rumah sakit ini, tentu saja ia ingin yang terbaik untuk sang istri.“Gimana keadaan kamu, Sayang?” tanya Leo ingin memastikan jika istrinya dalam kondisi baik-baik saja.Dengan wajah pucat Aurora tersenyum, memancarkan Aurora keibuan yang disukai oleh Leo.“Aku baik-baik saja, Mas. Asal ada kamu di sini semuanya akan baik-baik, Mas. Kamu gak perlu khawatir dengan kondisiku,” jawab Aurora dengan lembut.Leo mengelus pipi Aurora yang terasa dingin. “Mas hanya ingin memastikan kamu gak kesakitan, Sayang. Sudah banyak rasa sakit yang kamu dapatkan. Perjuangan kamu sungguh luar biasa,” ujar Leo dengan tersenyum.Aurora menggenggam tangan Leo dengan erat. Ia bersyukur memiliki Leo di dalam hidupnya yang lebih mengutamakan dirinya.“Iya, Mas. Aku tahu. Aku sudah gak sabar bertemu dengan kedua putri kembar kita, Mas. Kok lama sekali diantar ke sini? Mereka baik-baik saja, kan?” tanya Aurora cemas ka
Lima tahun kemudian…. Kehidupan Aurora dan Leo sudah membaik, kedua pasangan itu bahkan terlihat sangat bahagia sekali. Apalagi Alvaro sudah semakin besar bahkan anak itu sudah bersekolah. Ia bertambah bahagia ketika sebentar lagi ia akan mempunyai adik. Ya, Aurora sedang hamil anak kedua setelah beberapa tahun memulihkan keadaannya. Sekarang ia sudah benar-benar sehat, bahkan kandungannya sudah memasuki usia sembilan bulan. Beberapa hari lagi Aurora akan operasi cesar. Sebenarnya Aurora ingin lahiran normal tetapi tidak diizinkan oleh Leo. Lebih baik cesar saja, kata suaminya itu. “Mama kapan adik bayi akan lahir?” tanya Alvaro mengelus perut Aurora yang sudah sangat membesar, karena kata dokter Aurora mengandung bayi kembar makanya besar perutnya melebihi orang hamil pada umumnya. “Seminggu lagi, Nak. Kamu sudah tidak sabar ya?” jawab Aurora sambil bertanya kepada sang anak yang tumbuh semakin tampan saja. Bahkan Aurora tidak menyangka jika anaknya sudah tumbuh secepat






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore