"Om, ini nggak kayak yang Om pikirin, sebenernya ... sebenernya itu pacarku ....""Pacar apa? Nak, kamu tadi main sendirian, 'kan? Om ini sudah banyak makan asam garam, kamu nggak bisa bohongin Om. Timun ini buktinya."Gadis kecil ini terus menggeliat di dalam pelukanku, membuatku hampir tidak bisa menahan diri lagi.Tubuhku bahkan mulai mengalami perubahan yang tidak terkendali.Sangat jelas kalau Sinta, yang terus menggesekkan tubuhnya di pelukanku, juga merasakan hal itu."Om, Om ini ...."Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara dari arah luar."Sinta, kamu ke mana sih? Aku ngerasa sudah semangat lagi nih, sekarang kita bisa lanjut. Kamu nggak perlu pakai timun itu lagi."Itu suara Jake, pacar Sinta.Mendengar hal itu, Sinta berontak makin kencang.Di saat yang sama, dia merasa tegang dan tidak berani mendongak untuk menatapku.Alisku berkerut. Dari perkataan Jake tadi, apa itu artinya dia sudah ada di rumahku sedari tadi?Sinta memakai timun untuk hal n
더 보기