Short
Putri Sahabatku dan Apel Beracun

Putri Sahabatku dan Apel Beracun

By:  Star HarvestCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Chapters
1.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Aku nggak tahan lagi, Om, cepetan bantuin aku ...." Putri sahabatku menumpang tinggal di rumahku. Dia membawa pacar dan teman-temannya untuk merayakan pesta malam Natal. Tapi, tanpa sengaja mereka memakan apel yang sudah dicampur obat perangsang hewan. Gadis itu melepas pakaiannya lalu berlutut di hadapanku untuk membuka kancing celanaku. Gadis manis itu terlihat sangat menggoda. Bentuk tubuhnya yang matang sebelum waktunya membuat sekujur tubuhku terasa panas. Setelah melirik sekilas ke arah pacarnya yang sedang tertidur lelap karena mabuk, aku menekan tubuhnya kuat-kuat dan bersiap untuk memulai ....

View More

Chapter 1

Bab 1

"Om, kok sudah pulang .... A ... aku balik ke kamar sekarang ya."

Sinta, putri sahabatku itu, rambutnya masih basah kuyup. Dia langsung merona merah saat melihatku mendorong pintu dan muncul di dalam rumah.

Aku pun tertegun. Aku tidak menyangka Sinta mengenakan sepotong ... kostum rusa Natal.

Pakaian itu sepertinya didesain khusus karena hanya terdiri dari beberapa helai kain yang melilit tubuhnya, menonjolkan lekuk tubuh gadis itu yang begitu menawan.

Ada tambahan ekor di bagian belakang yang membuatnya terlihat makin lincah dan menggoda.

Tubuhku satu kepala lebih tinggi darinya. Saat menunduk dari atas, aku bisa melihat dengan jelas hamparan dada putih Sinta yang besar serta belahan dada yang meliuk ke bawah.

Pemandangan itu membuatku tanpa sadar menelan ludah.

Aku tidak menyangka gadis kecil ini punya bentuk tubuh semontok itu.

Belakangan ini keluarga sahabatku sedang ada urusan. Jadi dia menitipkan putrinya, Sinta, untuk menumpang di rumahku selama beberapa waktu.

Biasanya aku sangat sibuk bekerja dan jarang berinteraksi dengannya. Kalau saja aku tidak pulang tiba-tiba hari ini, aku tidak akan pernah tahu betapa indah bentuk tubuhnya.

Di saat hatiku masih terpaku dalam kekaguman, tiba-tiba terdengar suara plak. Sebatang timun yang besar jatuh dari sela kedua kakinya.

Hal yang paling mengejutkanku adalah timun itu tampak berkilauan dan basah ....

Setelah jatuh ke lantai, timun itu menggelinding tepat ke hadapanku.

Masih dalam kondisi linglung, aku membungkuk dan secara refleks hendak memungut timun yang basah itu dari lantai.

Sinta menjerit kaget. Dia langsung tersadar dan berlari secepat kilat menuju kamar tidur ....

Mengenakan pakaian tipis dengan rambut yang masih basah kuyup, gadis kecil ini sepertinya tadi baru saja dari kamar mandi.

Braakk!

Belum sempat otakku mencerna keadaan, Sinta tiba-tiba jatuh tersungkur di atas lantai.

Kebetulan sekali, saat gadis itu terjatuh, kedua kakinya justru terbuka lebar menghadap ke arahku.

Pandanganku pun langsung tertuju ke depan.

Kosong.

Di balik rok pendek yang dikenakan gadis itu, ternyata dia tidak memakai apa pun.

Saat aku masih ingin terus menatapnya, Sinta mulai mengaduh kesakitan.

Sambil memegang timun di tangan, aku melangkah maju dua langkah dan berjongkok untuk membantunya berdiri.

Begitu telapak tanganku menyentuh pinggangnya, kulitnya yang halus dan lembut membuat tanganku sedikit merosot ke bawah.

Seketika, aku menyentuh bokongnya yang kencang.

Aku bisa merasakan dengan jelas tubuh Sinta gemetar hebat beberapa kali.

Tidak kusangka putri sahabatku ini, yang biasanya selalu bersikap seperti kembang kampus yang polos, ternyata di dalam rumah bisa seberani ini.

Mengenakan pakaian seperti itu dan bermain sendirian secara sembunyi-sembunyi di rumah.

Tiba-tiba muncul niat nakal di benakku, aku pun tidak tahan untuk menggodanya.

"Sinta, ini maksudnya gimana ya? Kok timun ini bisa jatuh dari balik bajumu, mana timunnya kelihatan basah begini lagi ...."

Mendengar perkataanku, wajah Sinta yang sedikit berisi tapi cantik berseri itu makin memerah, seolah-olah darah akan menetes dari sana.

Bahkan sampai ke pangkal telinganya pun ikut berubah merah.

"Nggak ada apa-apa, Om, aku balik ke kamar dulu ya."

Dia berontak berusaha melepaskan diri dari pelukanku, tapi aku secara refleks malah merangkulnya dan tidak melepaskannya.

Sosoknya yang malu-malu ini entah kenapa membuat hatiku bergetar. Tanganku yang berada di bokong kencangnya pun tidak sengaja meremasnya pelan.

Gadis muda memang luar biasa, benar-benar kenyal dan kencang.

Tubuh Sinta sontak gemetar. Alhasil, dia pun terkulai lemas di dalam pelukanku ....
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status