Share

Bab 9

Penulis: Star Harvest
"Adi, bangun! Aku sudah tahu kamu pasti ada di sini."

Di tengah rasa kantuk yang berat karena mabuk, ada seseorang yang menggoyang tubuhku. Aku mendongak, dan begitu melihat siapa yang datang, rasa mabukku langsung hilang separuh.

Dia Rama, sahabat karibku, sekaligus ayahnya Sinta.

Aku tidak heran Rama bisa menemukanku di sini, karena bar ini adalah tempat rahasia kami berdua. Kalau ada masalah, kami pasti ke sini untuk minum satu-dua gelas.

Meski Sinta sudah membohongiku, kenyataannya aku sudah mengambil keuntungan darinya. Menghadapi Rama sekarang membuatku merasa sangat bersalah.

"Kak Rama kok bisa ke sini?"

Rama duduk di sampingku, lalu menuangkan segelas minuman untuk dirinya sendiri.

"Ya apa lagi kalau bukan karena urusanmu sama Sinta."

Jantungku serasa berhenti berdetak mendengar ucapannya. Apa Rama sudah tahu apa yang kulakukan dengan Sinta?

"Kak Rama, maafin aku. Aku nggak ada niat buat macam-macam sama Sinta, tapi waktu itu dia yang ...."

Rama melambaikan tangannya. "Sinta su
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Putri Sahabatku dan Apel Beracun   Bab 9

    "Adi, bangun! Aku sudah tahu kamu pasti ada di sini."Di tengah rasa kantuk yang berat karena mabuk, ada seseorang yang menggoyang tubuhku. Aku mendongak, dan begitu melihat siapa yang datang, rasa mabukku langsung hilang separuh.Dia Rama, sahabat karibku, sekaligus ayahnya Sinta.Aku tidak heran Rama bisa menemukanku di sini, karena bar ini adalah tempat rahasia kami berdua. Kalau ada masalah, kami pasti ke sini untuk minum satu-dua gelas.Meski Sinta sudah membohongiku, kenyataannya aku sudah mengambil keuntungan darinya. Menghadapi Rama sekarang membuatku merasa sangat bersalah."Kak Rama kok bisa ke sini?"Rama duduk di sampingku, lalu menuangkan segelas minuman untuk dirinya sendiri."Ya apa lagi kalau bukan karena urusanmu sama Sinta."Jantungku serasa berhenti berdetak mendengar ucapannya. Apa Rama sudah tahu apa yang kulakukan dengan Sinta?"Kak Rama, maafin aku. Aku nggak ada niat buat macam-macam sama Sinta, tapi waktu itu dia yang ...."Rama melambaikan tangannya. "Sinta su

  • Putri Sahabatku dan Apel Beracun   Bab 8

    [Yang terhormat Nona Sinta, operasi perbaikan genital yang Anda lakukan di instansi kami, saat ini sudah bisa diperiksa secara gratis ....]Kata-kata selanjutnya sudah nggak sanggup lagi kubaca. Mataku terpaku pada kata "operasi perbaikan genital".Butuh waktu lama sampai sudut bibirku menyunggingkan senyum pahit.Akhirnya, semuanya terjawab dengan jelas.Pantas saja sejak awal aku merasa Sinta nggak kayak gadis yang belum pernah disentuh. Apalagi setelah pergi liburan bersamanya, aku makin melihat sisi liarnya yang luar biasa.Sama sekali nggak ada sosok kembang kampus yang dingin, dia sungguh seperti perempuan yang sudah sangat berpengalaman.Ternyata alasan dia bersikap begitu bukan karena dia sangat menyukaiku secara alami, tapi karena dia memang perempuan yang sudah berpengalaman!Memikirkan kalau selama ini aku hidup dalam kebohongan, rasa marah yang hebat langsung meluap dalam diriku."Om, aku sudah selesai mandinya, ayo kita cepetan .... Wah, makan malam romantis!"Sinta keluar

  • Putri Sahabatku dan Apel Beracun   Bab 7

    Aku benar-benar dibuat gerah oleh godaannya, rasanya ingin segera menekannya ke lantai saat itu juga."Sinta, kamu di dalam kamar mandi ya? Om Adi sudah pergi, 'kan? Aku masuk sekarang ya ...."Diiringi suara langkah kaki, suara Jake terdengar menggema dari arah luar.Bocah ini ternyata nekat membuntuti kami sampai ke sini.Bahkan dia masih berniat masuk untuk mengganggu Sinta.Seketika wajahku berubah gelap, aku segera memakaikan kembali celana Sinta.Baru saja selesai merapikannya, Jake melangkah masuk dengan wajah penuh nafsu.Begitu melihatku, dia langsung terbengong. "Om Adi, kok ... kok Om ...."Amarahku meledak, tanpa menunggu dia selesai bicara aku langsung melangkah maju dan melayangkan satu pukulan telak ke tubuhnya.Tubuhnya yang krempeng itu jelas bukan tandinganku, dia langsung terhuyung dan nyaris terjungkal karena pukulanku."Jake, aku peringatkan ya, mulai sekarang jauh-jauh dari Sinta. Kalau sampai aku lihat kamu gangguin dia lagi, bakal kuhajar kamu sampai sekarat!"S

  • Putri Sahabatku dan Apel Beracun   Bab 6

    Begitu selesai olahraga panas itu, Sinta langsung berangkat ke kampus. Dia bilang bakal putusin Jake dan bakal kasih aku kejutan pas pulang nanti malam.Membayangkan tubuhnya yang mungil dan menggoda, aku menghabiskan waktu seharian dengan rasa tidak sabar.Namun, saat langit perlahan mulai menggelap, aku menunggu sampai malam pun Sinta nggak kunjung pulang.Aku coba telepon berkali-kali, tapi nggak pernah diangkat.Karena nggak betah cuma duduk diam di rumah, aku langsung memacu mobilku menuju kampusnya.Dulu aku pernah mengantarnya, jadi aku tahu di mana tempat dia biasa belajar dan langsung menuju ke sana.Saat melewati area hutan kecil di kampus, tiba-tiba aku melihat sosok yang sangat kukenal.Itu Sinta.Tapi, ada orang lain di sampingnya.Siapa lagi kalau bukan pacarnya, Jake.Mereka berdua lagi tarik-tarikan di sana, kelihatan jelas kalau ada yang nggak beres.Padahal Sinta bilang sendiri mau putusin Jake, tapi ternyata dia malah bermuka dua dan masih berhubungan sama Jake di ka

  • Putri Sahabatku dan Apel Beracun   Bab 5

    Begitu masuk ke rumah, aku sudah nggak sabar dan langsung menekannya di balik pintu.Melihat wajahnya yang merah merona, aku agak ragu apa dia beneran sudah minum obat penawar atau belum.Tapi, sekarang aku tidak ada waktu buat mikirin itu, aku cuma mau melahapnya sampai habis.Tangan besarku mencengkeram pinggangnya dan melorotkan celananya, sementara tanganku yang satu lagi meraba-raba dengan tidak sopan ke arah dadanya.Sinta terus gemetar di pelukanku, mulut kecilnya terbuka seolah dia kesulitan bernapas.Rasanya aku ingin sekali menekannya ke lantai dan menggumulinya sekarang juga.Tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki dari luar, sepertinya menuju ke arah rumahku.Siapa yang datang malam-malam begini?Di tengah kebingunganku, suara Jake terdengar dari luar."Sinta, kamu di dalam? Aku masuk ya ...."Bocah tengik ini tempo hari sudah merusak kesenanganku, tidak disangka sekarang dia datang lagi.Pokoknya kali ini aku nggak boleh biarkan dia berhasil lagi.Aku menggendong Sinta

  • Putri Sahabatku dan Apel Beracun   Bab 4

    Saat aku baru saja hendak melucuti celanaku, tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan di benakku.Posisi kaki Sinta yang melilit ini terasa terlalu mulus, seolah-olah dia sudah sangat mahir melakukannya.Bukannya dia bilang masih perawan?Melihat gerakanku terhenti, Sinta menoleh dengan wajah yang merah padam. "Om, cepetan ... aku ... rasanya mau mati karena nggak tahan, bantuin aku ...."Mulut kecilnya terbuka dan tertutup, mengembuskan napas panas beraroma harum tepat ke wajahku, membuat gairahku makin meledak.Tanpa peduli lagi untuk memikirkan hal lain, aku menunduk dan membungkam mulut merahnya itu.Tok tok tok!"Buka pintunya cepetan! Ini sudah jam berapa, bisa nggak jangan berisik? Anakku di rumah nangis terus nggak berhenti-berhenti ...."Suara gedoran pintu yang mendesak terdengar, dibarengi dengan teriakan tetangga.Tadi aku hanya fokus ingin menggumuli Sinta, sampai baru sadar kalau di ruang tamu ada suara gaduh yang luar biasa.Karena khawatir akan memancing lebih banyak tetan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status