"Aku ditelepon kakakku. Aku ke sana dulu buat angkat telepon.""Ya, sana."Ariana berjalan ke tempat yang lebih tenang untuk menerima telepon. "Halo, Kak."Suara Arizo terdengar sangat berat dan tegas. "Kamu masih belum pulang?"Jantung Ariana langsung berdegup kencang.Baru saja dia merekam video Elara yang sedang menari dan sengaja mengirimkannya kepada kakaknya untuk dinikmati.Mendengar nada bicara Arizo sekarang, Ariana tiba-tiba merasa sangat bersalah. "Masih belum malam, kok. Jarang-jarang bisa santai begini. Kak, gimana menurutmu tarian Elara? Kalau aku laki-laki, rasanya aku bakal langsung ingin menikahinya."Suara Arizo menjadi semakin dingin. "Segera pulang."Nada bicaranya sama sekali tidak memberi ruang untuk dibantah.Ariana makin gugup, tetapi dia tetap memberanikan diri menggoda. "Kak, jangan-jangan ... kamu cemburu, ya?""Ariana Jeffers!" Dia bahkan sudah memanggil namanya lengkap. Kakaknya benar-benar tidak sedang bercanda.Ariana langsung ciut. "Iya, iya, aku tahu. K
Leer más