MasukSaat usia kehamilannya memasuki 25 minggu, Elara memergoki suaminya berselingkuh saat pemeriksaan kehamilan. Tubuhnya gemuk, penampilannya jelek. Dia dengan susah payah menopang perutnya. Dia bahkan dipanggil "tante" oleh selingkuhan muda dan cantik suaminya, serta ditolak dan dicampakkan suaminya di depan umum. Namun, pertemuan pertamanya dengan Deon dulu juga pernah menjadi sesuatu yang begitu gemilang dan dipuja banyak orang. Karena menganggap Elara naik posisi dengan cara merayu di ranjang, Deon mengambil inisiatif mengajukan perceraian kepadanya. Saat itu juga, hati Elara benar-benar mati. Delapan tahun mencintai dan berkorban secara diam-diam, dari masa kuliah hingga masuk ke dunia kerja, semuanya tidak ada artinya. Elara pun melahirkan anaknya, menandatangani surat perjanjian cerai, lalu pergi. .... Lima tahun kemudian, dia telah menjadi wanita karier yang memukau dengan kekayaan bernilai ratusan miliar. Dia cantik memikat dan penuh percaya diri, berbakat luar biasa, serta dikelilingi banyak pengejar. Namun, pria yang dulu mengajukan perceraian justru tak pernah benar-benar mengurus akta cerai dengannya. Elara pun mengajukan gugatan ke pengadilan. Deon yang dulu mencampakkan Elara malah terus menempel dengannya, menghadapi siapa pun yang mendekati Elara. Satu per satu pria itu mendapat pembalasan dendam dari Deon. Hingga Elara menggandeng tangan pria lain dan secara terbuka mengumumkan pertunangannya, Deon menekan tubuh wanita itu ke sudut dinding dan kehilangan kendali. "Elara, kamu mau nikah dengan pria lain? Jangan mimpi."
Lihat lebih banyakElara baru saja hendak mengetuk pintu.Namun, pintu ruang kerja dibuka dari dalam. Tangan Elara membeku di udara. Dia mengangkat pandangan ke arah pria di hadapannya. Ekspresi Deon yang semula dingin dan serius sedikit melunak."Kenapa belum istirahat?"Elara menurunkan tangannya dan berkata, "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."Deon berkata, "Sekarang ada urusan yang harus aku tangani. Kita bicara setelah aku kembali. Kamu istirahat lebih awal."Sambil berkata demikian, dia memegang bahu Elara sambil menundukkan kepala dan mengecup keningnya, lalu pergi dengan langkah lebar.Elara tetap berdiri di tempat. Dia terdiam sesaat. Kemudian, dia berbalik dan kembali ke kamar tidur.Keesokan harinya.Saat Elara terbangun, tidak ada siapa pun di sisinya. Jelas Deon tidak kembali semalam. Dia bangun, mencuci muka dan merapikan diri, lalu sarapan.Setelah itu, dia membereskan barang bawaannya. Saat membuka tas untuk memeriksa kartu identitas dan paspornya, barulah dia menyadari kedua benda i
Suasana seketika membeku.Elara melirik pria di sampingnya. Jarang sekali dia melihat Deon berada dalam situasi secanggung ini. Bagaimanapun, orang itu adalah David. Tidak sembarang orang berani menggoda Deon seperti itu di depan umum."Pak Deon."Seorang pria asing paruh baya menghampiri mereka sambil membawa segelas minuman.Deon segera menyembunyikan perubahan ekspresinya tanpa meninggalkan jejak. Dia menatap orang yang datang, lalu tersenyum dengan sikap sopan dan berkelas. Dia maju dan menjabat tangan pria itu."Pak Freddy."Pria itu adalah penyelenggara pesta hari ini.David juga maju untuk berjabat tangan dan menyapanya. Tatapan Freddy kemudian tertuju pada Elara. Deon pun memperkenalkannya, "Ini istriku, Evelyn."Elara memberikan senyum sopan kepadanya, lalu menjabat tangannya.Freddy berkata kepada Deon, "Istrimu sungguh cantik."Deon tersenyum menanggapinya dan berbasa-basi dengannya beberapa saat.Freddy masih harus menyambut tamu-tamu lain. Deon pun membawa Elara pergi tanp
Deon sudah menunggu di luar. Setelah melihat wanita itu keluar kamar, tatapannya sama sekali tidak berusaha menyembunyikan kekagumannya dan langsung tertuju kepadanya. Saat Elara bertatapan dengan pria itu, dia langsung menghindari tatapannya dan memalingkan wajah.Deon berjalan menghampirinya dan berkata sambil tersenyum, "Cantik sekali."Elara tidak menanggapi pujiannya.Pria itu mengeluarkan kotak cincin dari saku jasnya, lalu mengambil sebuah cincin berlian dari dalamnya. Dia meraih tangan Elara dan memasangkan cincin itu di jari manis tangan kanannya. Padahal di jari manis tangan kirinya juga sudah terpasang cincin berlian."Aku tahu kamu ngambek, jadi cincinnya kupasangkan sendiri."Elara mengangkat pandangan dan menatapnya sekilas. "Ternyata kamu cukup tahu diri."Deon tersenyum. "Memang susah membujukmu."Elara tidak menggubrisnya."Ayo." Deon menggenggam tangan Elara dan membawanya keluar dari apartemen.Mereka turun dengan lift.Rolls-Royce sudah lama menunggu di bawah. Deon
"Gimana kabarmu?" tanya Elara.David menjawab, "Nggak ada perubahan. Masih sama seperti dulu."Elara hanya menggumam pelan, tidak bertanya lebih lanjut.Setelah mengobrol sebentar, saat hendak menutup telepon, David tiba-tiba berkata, "Sampai ketemu malam ini."Elara tertegun sejenak. "Maksudmu?"David berkata, "Deon belum bilang? Malam ini ada pesta."Elara menjawab, "Aku nggak tahu."David tertawa dan berkata, "Dia pasti mengajak kamu."Setelah menutup telepon, Elara juga tidak menelepon untuk menanyakannya. Hari ini dia hanya beristirahat di apartemen. Sekitar pukul 4 sore, dia menerima pesan yang memberitahukan bahwa penerbangannya besok akan berangkat pukul 2 siang.Secara refleks, dia ingin memastikan kartu identitas dan paspornya.Tiba-tiba, kepala pelayan datang menghampiri dan berkata dengan hormat, "Nyonya, gaun pesta yang disiapkan Tuan sudah datang."Karena penjelasan David tadi, Elara tidak merasa terkejut. Hanya saja, dia tidak ingin menghadiri pesta apa pun.Dia langsung












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak