"Sultan, jangan! Tolong jangan!""Operasi adikku baru saja selesai. Kalau pengobatannya dihentikan sekarang, itu akan merenggut nyawanya!"Dia jelas tahu betapa pentingnya adikku bagiku, tetapi demi menghukumku, dia tetap menghentikan biaya pengobatan. Sultan mengabaikan permohonanku. Setelah menutup telepon, dia langsung kembali ke perusahaan.Aku mengabaikan tubuhku yang lemah, memaksakan diri pergi ke perusahaan untuk memohon agar dia menyelamatkan adikku. Namun, begitu masuk ke kantornya, aku baru sadar bahwa Yuvika yang seharusnya sudah meninggalkan perusahaan, ternyata kembali, bahkan menjabat sebagai wakil presdir.Posisi wakil presdir selama ini selalu kosong. Dulu, demi berterima kasih karena aku rela tinggal di rumah dan menjadi pendukungnya, Sultan pernah berjanji padaku, "Sayang, posisi wakil presdir akan selalu kukosongkan untukmu. Tunggu sampai tiga anak kita besar, baru kamu ke perusahaan jadi wakil presdir."Tak kusangka, posisi yang pernah dijanjikan padaku itu justru
Leer más