Share

Bab 4

Penulis: Ghanita
"Sultan, jangan! Tolong jangan!"

"Operasi adikku baru saja selesai. Kalau pengobatannya dihentikan sekarang, itu akan merenggut nyawanya!"

Dia jelas tahu betapa pentingnya adikku bagiku, tetapi demi menghukumku, dia tetap menghentikan biaya pengobatan. Sultan mengabaikan permohonanku. Setelah menutup telepon, dia langsung kembali ke perusahaan.

Aku mengabaikan tubuhku yang lemah, memaksakan diri pergi ke perusahaan untuk memohon agar dia menyelamatkan adikku. Namun, begitu masuk ke kantornya, aku baru sadar bahwa Yuvika yang seharusnya sudah meninggalkan perusahaan, ternyata kembali, bahkan menjabat sebagai wakil presdir.

Posisi wakil presdir selama ini selalu kosong. Dulu, demi berterima kasih karena aku rela tinggal di rumah dan menjadi pendukungnya, Sultan pernah berjanji padaku, "Sayang, posisi wakil presdir akan selalu kukosongkan untukmu. Tunggu sampai tiga anak kita besar, baru kamu ke perusahaan jadi wakil presdir."

Tak kusangka, posisi yang pernah dijanjikan padaku itu justru diberikan kepada perempuan lain.

Saat Sultan melihatku masuk, dia tertegun sejenak. Saat itu, Yuvika berjalan memutari meja kerja, lalu duduk di pangkuannya. Sultan mengejek, "Minta aku menyelamatkan adikmu? Hari itu kamu merusak urusanku dengan Yuvika. Dia sangat kesal. Nggak ada gunanya kamu memohon padaku. Lebih baik mohon padanya. Kalau dia mau maafin kamu, aku akan menyelamatkan adikmu!"

Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat sampai berdarah. Sultan menatapku seperti sedang mengamati mangsa. Dia menunggu reaksiku dengan sabar.

Aku hanya ragu satu detik, lalu jatuh berlutut di depan Yuvika dan membenturkan kepala ke lantai tiga kali. "Tolong maafkan aku! Tolong maafkan aku! Tolong maafkan aku!"

Tindakanku membuat Yuvika tertawa terbahak-bahak. Di depan mataku, dia meraih tangan Sultan dan memasukkannya ke kerah bajunya.

Wajah Sultan seketika memerah. Dia bergumam pelan, "Dasar penggoda."

Saat itu, hatiku benar-benar hancur berkeping-keping.

Setelah puas tertawa, Yuvika baru berkata, "Kamu berhasil menghiburku. Begini saja, asal kamu bersujud sampai seribu kali, aku akan memaafkanmu!"

Aku menggigit bibirku kuat-kuat, kembali berlutut di lantai, dan membenturkan kepala tanpa henti. Darah dari dahiku mengalir turun bercampur dengan air mata. Sampai akhirnya, seluruh tenagaku terasa terkuras habis.

"Benar-benar membosankan." Sultan bergumam satu kalimat, lalu menyuruh asistennya mentransfer uang ke rekening rumah sakit.

Aku tahu diri dan keluar dari kantor. Saat menutup pintu, aku melihat Sultan menatapku dengan ekspresi terkejut.

Saat itu, di kepalaku hanya ada satu pikiran. Penderitaan apa pun yang kuterima tidak penting, yang penting adikku bisa terus dirawat.

Setelah mengajukan cerai dan keluar dari rumah, aku membuang koin harapan itu, lalu pergi ke rumah sakit untuk merawat adikku. Kondisinya tidak terlalu baik dan prognosis operasinya sangat buruk.

Namun, tak pernah terlintas di benakku bahwa hanya seminggu setelah aku bercerai, adikku tiba-tiba meninggalkanku. Satu-satunya orang yang masih kupedulikan di dunia ini telah pergi. Aku tidak tahu lagi alasan apa yang tersisa untuk terus hidup.

Pada hari adikku dikremasi, aku memeluk kotak abunya dan kembali ke kampung halaman. Di rumah tua yang kosong, aku meletakkan kotak abu adikku bersama kotak abu orang tuaku.

Tanpa sedikit pun rasa keterikatan, aku menyalakan api dan membakar rumah tua itu.

Keesokan paginya, ponsel Sultan berdering. "Apa ini nomor Pak Sultan? Ini petugas dari kantor polisi. Istrimu membakar sebuah rumah dan mencoba melakukan bunuh diri semalam. Tolong segera datang ke sini."
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Aku Pergi Ketika Dia Memilih Wanita Lain   Bab 10

    Aku berdiri dan menatapnya dengan dingin. "Sultan, kamu benar-benar kejam!"Sultan tertegun sejenak. Dia tidak menyangka bahwa saat bertemu denganku lagi, yang dia terima justru amarah.Dengan panik, dia berlari menghampiriku dan memelukku. "Aku hanya ingin membalaskan dendammu! Aku sudah mengirim mereka semua ke sini supaya menebus dosa di hadapanmu!"Setelah berkata demikian, dia menoleh ke arah tiga putri kami. Saat ini, di mata ketiga putri kami masih tersisa sedikit kebingungan. Begitu melihat ayah mereka memanggil, mereka tanpa sadar berjalan mendekat.Setelah mengalami penderitaan dibakar api, mereka kini menuruti semua perkataan Sultan tanpa berpikir. Ketiganya pun berdiri rapi dan memanggilku dengan takut, "Mama."Di sisi lain, tubuh Yuvika bergetar hebat. Dengan wajah murka, dia menatap kami. "Dasar pasangan hina! Aku pasti nggak akan melepaskan kalian!"Setelah berkata demikian, dia berbalik dan menghilang di udara.Sultan menoleh ke arahku dan mendapati tubuhku mulai menjad

  • Aku Pergi Ketika Dia Memilih Wanita Lain   Bab 9

    Aku berada di sampingnya, menatap wajahnya yang dipenuhi niat untuk mati, lalu menghela napas. "Sultan, kenapa kamu harus begini?"Anak-anak masih kecil. Mereka hanya tidak diajari dengan baik. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya sifat mereka padaku saat ini tidak menjadi masalah besar buatku. Jika melihat kembali hidupku, sepertinya aku memang bukan ibu yang benar-benar layak.Saat aku tenggelam dalam kenangan, putri sulung kami tiba-tiba terbangun. Begitu melihat apa yang dilakukan ayahnya, dia ketakutan dan menjerit. Hanya saja, lakban menutupi mulutnya.Saat itu, Sultan sudah menuangkan seluruh minyak yang ada di tangannya. Dia duduk di samping putri sulung kami dan membuka lakbannya. "Ada yang ingin kamu katakan?"Putri sulung menatap ayahnya yang terasa asing, lalu terus berteriak, "Mama Yuvi, tolong aku! Cepat selamatkan aku!"Sultan tidak menyangka bahwa sampai saat ini putrinya masih tidak tahu di mana letak kesalahannya. Dia melangkah maju dan menendang anak itu dengan kejam."Be

  • Aku Pergi Ketika Dia Memilih Wanita Lain   Bab 8

    Sejak masih di rumah sakit, Sultan sudah menanyakan penyebab kematianku kepada dokter. Dokter dengan tegas mengatakan bahwa kematianku disebabkan oleh cairan kotor yang kemudian menyebabkan luka terinfeksi hingga meninggal. Artinya, Yuvika-lah pelaku sebenarnya yang membunuhku.Namun, dia sama sekali tidak merasa bersalah. Karena itu, Sultan menambahkan beberapa obat tidur ke dalam kue kecil yang dipanggangnya, lalu menyuapkannya kepada Yuvika dengan senyuman lebar.Setelah memakan kue itu, Yuvika merasa pusing. Dia berbaring di ranjang dan langsung tertidur lelap, sementara anak-anak pun ikut tergeletak di tempat mereka masing-masing.Aku berdiri di samping mereka, menatap semuanya dengan agak bingung. Apa sebenarnya yang ingin dilakukan Sultan? Kenapa bahkan anak-anak pun dia beri obat?Aku berdiri di sampingnya dan berkata dengan tak berdaya, "Sultan, berhentilah."Sebenarnya aku sama sekali tidak memahaminya. Jelas-jelas dia yang lebih dulu bersama Yuvika dan mengkhianatiku. Lalu s

  • Aku Pergi Ketika Dia Memilih Wanita Lain   Bab 7

    Sultan tidak menyangka putri-putrinya bisa begitu tidak berperasaan. Dengan marah, dia menepuk tubuh putri sulung. "Coba kamu ngomong sembarangan lagi! Mamamu sudah pergi, tapi kamu masih bisa bicara seperti itu tentangnya!"Namun, mereka masih tertawa di samping, sama sekali tidak menunjukkan kesedihan.Putri sulung mengangkat bahu dengan acuh tak acuh. "Terus kenapa? Lagian, mama yang ini juga nggak penting! Kami punya mama yang lebih baik!"Sultan tahu siapa yang mereka maksud. Padahal ibu mereka justru dibunuh oleh Yuvika. Bahkan dia sendiri tahu betapa besar pengorbanan Keisya untuk mereka. Lalu, bagaimana dengan mereka? Kenapa putri-putrinya bisa menjadi sedingin ini?Sultan menatap anak-anaknya. Tubuhnya gemetar karena marah. Dia terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri, bahkan menampar pipinya sendiri dua kali dengan keras.Putri bungsu melihat keadaannya dan ketakutan sampai menangis dengan kencang. Seluruh ruang rawat menjadi kacau. Aku sampai merasa telingaku sakit karena k

  • Aku Pergi Ketika Dia Memilih Wanita Lain   Bab 6

    Saat ini, wajah Yuvika tampak serius. Dia memutar otak, berusaha mencari alasan. Namun, apa pun pembelaan yang dia lontarkan, Sultan tetap tidak akan memercayainya.Sultan menatap matanya yang terus bergerak karena gelisah, lalu akhirnya menunjuk ke arah luar pintu sambil berteriak dengan marah, "Pergi dari sini! Aku nggak mau melihatmu lagi!"Yuvika tahu Sultan sedang marah besar, jadi hanya bisa pergi dengan lesu.Setelah dia pergi, Sultan melangkah maju dan menggenggam tanganku, ekspresinya penuh dengan penyesalan. "Keisya, maafkan aku .... Aku benar-benar tertipu olehnya! Kali ini kamu mau 'kan maafin aku?"Aku tidak menatapnya, hanya memejamkan mata dan berpura-pura tidak mendengar.Tak lama kemudian, dokter dan perawat bergegas masuk. Mereka dengan hati-hati menggunting perbanku dan melihat luka bakarku bertambah parah. Mereka pun membersihkan sisa sup yang masih menempel, memecahkan lepuhan, lalu membalutku kembali.Sultan berdiri di samping, menahan rasa perih di hati sambil te

  • Aku Pergi Ketika Dia Memilih Wanita Lain   Bab 5

    Sultan tertegun. Dengan wajah tidak percaya, dia bertanya, "Apa katamu? Keisya mati? Mana mungkin dia mati?"Selesai berbicara, dia mengerutkan kening, lalu pergi ke rumah sakit.Di sampingnya, Yuvika sengaja menambahkan hasutan. "Palingan dia cuma cemburu sama kita, jadi sengaja main trik seperti ini supaya terlihat lebih unggul!"Saat berbicara, dia menempel ke punggung Sultan, menggesek-gesekkan tubuh seksinya, mencoba menggodanya.Namun saat ini, hati Sultan justru terasa gelisah. Dia tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi.Setibanya di rumah sakit, barulah dia melihat orang yang terbaring di ranjang. Saat itu, aku sudah sadar, hanya saja luka bakar di sekujur tubuhku membuatku sangat kesakitan.Aku menatap langit-langit dengan pandangan hampa. Sebenarnya aku sudah siap mati. Di dunia ini, aku sudah tidak punya satu pun keluarga. Lantas, apa arti hidup bagiku?Sultan menatap bekas luka bakar yang melepuh di tubuhku. Tak satu kata pun mampu keluar dari mulutnya. Dengan wajah y

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status