Jam menunjukkan pukul 23.30 ketika Raisa merasakan matanya yang mulai perih. Lampu kristal yang terang di ballroom, ditambah dengan riasan yang sudah dia pakai sejak tadi sore, membuat matanya terasa kering dan sedikit merah.Raisa menoleh ke arah Caesar yang sedang berbicara dengan seorang pengusaha dari Jepang tentang proyek kolaborasi teknologi. Pria itu terlihat masih sangat fokus, tidak menunjukkan tanda-tanda lelah sama sekali.Raisa menunggu jeda dalam percakapan mereka, lalu berkata pelan, "Permisi, saya ke kamar mandi sebentar."Caesar melirik sekilas ke arahnya, mengangguk sekali tanpa berkata apa-apa.Raisa berjalan menuju toilet wanita di ujung ballroom dengan langkah yang sedikit terburu-buru. Begitu sampai di dalam, dia langsung berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan matanya yang memang sedikit memerah.Dia mengeluarkan obat tetes mata dari tas kecilnya, memiringkan kepala ke belakang, dan meneteskan cairan dingin itu ke kedua matanya. Sensasi dingin yang men
最終更新日 : 2026-03-17 続きを読む